Kontak Erat COVID Omicron, Kapan Harus Tes? Ini Anjuran Kemenkes

ADVERTISEMENT

Kontak Erat COVID Omicron, Kapan Harus Tes? Ini Anjuran Kemenkes

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Minggu, 13 Feb 2022 10:35 WIB
Sebanyak 17 murid SMAN 2 Bantul, DIY, terkonfirmasi positif COVID-19. Pihak sekolah pun menggelar swab massal kepada guru dan siswa.
Kontak erat COVID-19, haruskah langsung tes? (Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta -

Tingginya laju penularan COVID-19 varian Omicron membuat kontak erat seringkali tak terhindarkan. Bertemu dengan seseorang yang tahu-tahu diketahui positif Omicron tentu bikin panik dan was-was.

Jika itu terjadi, haruskah langsung periksa? Walaupun disebut gejalanya lebih ringan dari varian lain sebelumnya, tertular Omicron tetap harus jadi perhatian. Setidaknya, untuk mencegah virus menular ke orang lain lagi.

Karenanya, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan jika bertemu dengan seseorang yang terkonfirmasi positif COVID-19 varian apapun.

"Tentu kita tetap harus berhati-hati dan waspada meskipun gejalanya ringan dan kadang-kadang tanpa gejala, tapi itu bisa berbahaya pada orang-orang yang umur lanjut atau lansia, termasuk juga orang-orang yang kemungkinan punya penyakit penyerta atau komorbid, dan juga pada orang-orang belum divaksin dan pada anak-anak," jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (10/2/2022).

Tiga hal yang harus dilakukan jika bertemu dengan seseorang yang positif COVID-19 menurut dr Nadia adalah sebagai berikut:

  • Segera melakukan tes COVID-19 untuk mengetahui positif atau tidak
  • Apabila hasilnya negatif, tetap harus dikarantina selama 5 hari
  • Setelah 5 hari, dianjurkan untuk melakukan tes kembali.

"Berarti kita itu termasuk kontak erat, jadi segera lakukan tes untuk mengetahui apakah kita positif atau tidak," tegas dr Nadia.

Kenapa harus karantina 5 hari jika hasilnya negatif? Dikhawatirkan, saat tes virusnya belum terdeteksi karena masih masa inkubasi. Oleh karenanya, setelah 5 hari karantina disarankan untuk periksa lagi.



Simak Video "Gejala Omicron BN.1 yang Sudah Masuk Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT