Jumat, 18 Feb 2022 07:01 WIB

Ibu Hamil Rentan Alami Gejala Anemia, Begini Cara Mengatasinya

Sponsored - detikHealth
Samco Farma Foto: Samco Farma
Jakarta -

Ibu hamil perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatannya agar tidak berpengaruh kepada kesehatan bayi yang dikandungnya. Sebab, biasanya ibu hamil rentan mengalami beberapa masalah kesehatan, salah satunya adalah anemia.

Anemia yang dialami oleh ibu hamil dapat terjadi akibat kebutuhan zat besi yang terus meningkat sesuai tingkat perkembangan janin. Oleh karenanya, setiap ibu hamil harus lebih waspada terhadap gejala anemia meskipun sebelum hamil tidak pernah mengalaminya. Berikut di antaranya.

Gejala Anemia Paling Umum Terjadi Selama Kehamilan

1. Mudah Lelah, Letih, dan Lesu

Anemia terjadi akibat kurangnya kebutuhan zat besi oleh ibu selama masa kehamilannya. Hal ini biasanya menimbulkan beberapa gejala kepada penderitanya. Gejala yang paling umum dirasakan adalah tubuh yang kelelahan, letih, dan lesu.

2. Kepala Pusing

Sakit kepala atau pusing yang dirasakan terus menerus juga bisa disebabkan oleh anemia. Kurangnya sel darah merah membuat otak kekurangan oksigen dan menyebabkan sakit kepala atau pusing.

3. Kulit, Bibir, dan Kuku Pucat

Tubuh yang kekurangan sel darah merah dan asupan oksigen cukup akan membuat beberapa bagian tubuh terlihat pucat. Misalnya kulit, bibir, dan kuku berwarna lebih pucat dari biasanya.

4. Tangan dan Kaki Dingin

Gejala anemia lainnya yang disebabkan kekurangan sel darah merah juga seringkali menimbulkan tangan dan kaki yang dingin. Hal ini mungkin kadang kurang disadari sebagai gejala dari anemia.

5. Sesak Nafas hingga Nyeri Dada

Masih karena kurangnya sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh. penderita anemia juga kerap merasakan gejala sesak nafas atau nyeri di bagian dada. Seringkali orang yang mengalami anemia akan bernafas terengah-engah saat melakukan aktivitas harian yang cukup berat.

6. Detak jantung cepat dan tidak teratur

Sama halnya dengan sesak nafas, aliran darah yang kurang lancar akibat anemia pun menimbulkan detak jantung yang lebih cepat atau tidak teratur. Hal ini tentunya berbahaya bagi ibu hamil yang berisiko mengalami gagal nafas.

7. Sulit Konsentrasi

Kadar oksigen yang masuk lebih sedikit ke otak juga menyebabkan kesulitan dalam berkonsentrasi. Ini pula yang menjadi gejala anemia lainnya, namun jarang disadari.

Bagi ibu hamil, jika mulai merasakan gejala tersebut sebaiknya segera ditangani oleh dokter. Sebab bila tidak ditangani, bisa menimbulkan berbagai komplikasi pada ibu dan bayi. Diantaranya adalah memberikan risiko keguguran, melahirkan prematur, hingga kematian pada bayi. Sedangkan untuk ibu bayi juga berisiko terjadi pendarahan jalan lahir setelah usia kehamilan 29 minggu atau saat melahirkan.

Oleh karena itu, setelah mengetahui bahaya yang dapat terjadi pada ibu dan bayi akibat anemia yang dialami ibu hamil, maka perlu dicegah dan segera diatasi. Di masa kehamilan ibu perlu memahami beberapa hal ini untuk mencegah terjadinya anemia atau mengatasi saat mengalami anemia.

Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

1. Melakukan pemeriksaan secara rutin di awal usia kehamilan

2. Meningkatkan konsumsi asam folat

3. Konsumsi makan-makanan yang mengandung vitamin C

4. Konsumsi makanan dan suplemen zat besi sesuai kebutuhan

5. Hindari konsumsi kopi, teh, kuning telur, dan produk turunan susu saat minum suplemen zat besi untuk mempercepat penyerapan ke tubuh.

Zat besi merupakan komponen paling penting untuk mencegah anemia pada ibu hamil dan menyusui. Sulitnya memenuhi kebutuhan zat besi dari makanan dan minuman sehari-hari maka diseimbangkan dengan suplemen. Salah satunya yaitu suplemen zat besi penambah darah Samcobion yang diproduksi PT Samco Farma.

Suplemen ini berguna sebagai suplementasi vitamin, mineral, dan zat besi untuk kondisi anemia terutama pada wanita hamil. Konsumsi suplemen zat besi ini akan memberi perubahan pada kondisi ibu hamil kurang lebih setelah satu minggu, dan kondisi anemia ibu hamil biasanya sudah bisa teratasi setelah satu bulan. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen atau obat penambah darah, sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan.

Samco FarmaFoto: Samco Farma

Samcobion bisa didapatkan di apotek-apotek terdekat dan e-commerce seperti Shopee, Lazada dan Tokopedia. Samcobion juga bisa didapatkan melalui distributor-distributor PT Samco Farma yakni, PT Merapi Utama Pharma, PT Daya Muda Agung, dan PT Prima Galvin Sukses untuk area Jabodetabek atau dapat menghubungi Sales Representative, di nomor 087880779521.

Adapun bagi yang berada di luar Jabodetabek, produk ini bisa ditemukan pada distributor PT Cahaya Mutiara Farma untuk area Jawa Timur, PT Hapeel Pharmindo untuk area malang dan sekitarnya, PT Marrykha Mitra Mustika di Jawa Tengah, PT Kwatro mandiri Ekavisi di Jawa Barat, PT Mitra Bina Multi Sejahtera di Sumatera Utara, PT Talang Gugun Sari Nusantara di Sumatera Barat, PT Sinar Prima Lestari di Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi, PT Aditama Makmur Sentosa di Lampung, PT Nitijaya Cipta Makmur di Banjarmasin, dan PT Sehat Inti Permata di Bali dan Lombok.

Nah, itulah beberapa cara mencegah dan mengatasi anemia bagi ibu hamil yang bisa dilakukan dengan mudah. Amati gejala anemia di masa kehamilan dan pastikan mengkonsumsi berbagai makanan bernutrisi serta kecukupan zat besi untuk kesehatan ibu dan bayi di masa kehamilan.

(Content Promotion/Samco Farma)