ADVERTISEMENT

Selasa, 15 Mar 2022 17:17 WIB

Tren Kematian COVID-19 RI Masih Tinggi, Dirut RSPI-SS Ungkap Penyebabnya

Firdaus Anwar - detikHealth
Wajar bila Indonesia dijuluki sebagai episentrum Corona Dunia. Sepekan terakhir tercatat sempat menduduki posisi pertama kasus harian-kematian Corona tertinggi. Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Tren kasus harian COVID-19 di Indonesia mulai berangsur turun dengan tingkat keterisian rumah sakit (RS) juga berkurang. Namun demikian, kematian pasien dilaporkan masih tetap tinggi bisa mencapai di atas 200 orang per hari.

Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso (RSPI-SS), Mohammad Syahril, menjelaskan angka kematian COVID-19 RI masih tinggi karena kasus pada pasien rentan. Mereka yang meninggal rata-rata berusia tua, memiliki komorbid, dan atau belum vaksinasi.

"Dari data yang ada di Indonesia, pasien meninggal itu ada tiga kelompok," kata Syahril dalam konferensi pers daring Kementerian Kesehatan, Selasa (15/3/2022).

"Pertama adalah mereka yang usianya di atas 60 tahun yaitu lansia. Kedua punya komorbid diabetes melitus, hipertensi, jantung, atau ginjal. Ketiga vaksinasi belum lengkap," paparnya.

Karena alasan itu individu yang masuk dalam kelompok rentan saat ini disarankan dirawat di rumah sakit bila positif COVID-19 meski bergejala ringan. Tujuannya mencegah perburukan gejala yang bisa berujung fatal.



Simak Video "Waspadai Lonjakan Covid-19, Satgas Minta Masyarakat Perketat Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT