Minggu, 20 Mar 2022 15:30 WIB

Dialami Marc Marquez, Ini 17 Gejala Gegar Otak Serius yang Harus Diwaspadai

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jakarta -

Marc Marquez dinyatakan mengalami gegar otak usai mengalami kecelakaan di sesi warm up Pertamina Grand Prix of Indonesia, Minggu (20/3/2022).

Meskipun demikian, direktur tim medis MotoGP, dr Angel Charte, mengungkapkan kondisi Marquez saat ini baik-baik saja. Hanya saja membutuhkan beberapa waktu untuk mengetahui dampak dari cedera gegar otak yang dialaminya.

Karena itu demi keamanan Marquez dinyatakan tidak cukup sehat untuk bertanding.

"Marc baik-baik saja. Dia mengalami kecelakaan energi tinggi di sesi pemanasan yang mengakibatkan cedera kepala," kata dr Angel seperti dikutip dari laman MotoGP.

"Awalnya kami periksa di sini, tapi kemudian ia dirujuk ke rumah sakit di Lombok. Ia menjalani beberapa pemeriksaan radiologi yang hasilnya negatif. Dengan kesepakatan bersama rider dan tim, serta sifat patologi cedera seperti ini yang butuh observasi 12-24 jam, rider, tim, dan staf MotoGP memutuskan ia tidak cukup sehat untuk bertanding," lanjut dr Angel.

Gegar otak adalah cedera otak traumatis yang mempengaruhi fungsi otak seseorang. Umumnya efek dari gegar otak dapat bersifat sementara dan disertai dengan gejala sakit kepala, masalah konsentrasi, memori, keseimbangan, dan koordinasi.

Jatuh adalah penyebab paling umum dari gegar otak. Beberapa gegar otak menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran, namun sebagian besar ada juga yang tidak.

Gejala Gegar Otak Serius

Gejala gegar otak umumnya, seperti muntah, sakit kepala, pusing, hingga mengalami gangguan keseimbangan. Namun, ada juga gejala serius yang patut diwaspadai dan harus memerlukan pertolongan dokter segera, seperti:

  • Muntah atau mual berulang
  • Kehilangan kesadaran yang berlangsung lebih dari 30 detik
  • Sakit kepala yang semakin parah seiring waktu
  • Cairan atau darah mengalir dari hidung atau telinga
  • Gangguan penglihatan atau mata, seperti pupil yang lebih besar dari biasanya (pupil melebar) atau pupil dengan ukuran yang tidak sama
  • Dering di telinga yang tak kunjung hilang
  • Kelemahan di lengan atau kaki
  • Tampak sangat pucat selama lebih dari satu jam
  • Perubahan perilaku
  • Kebingungan atau disorientasi, seperti kesulitan mengenali orang atau tempat
  • Bicara cadel atau perubahan bicara lainnya
  • Kesulitan yang jelas dengan fungsi mental atau koordinasi fisik
  • Perubahan koordinasi fisik, seperti tersandung atau canggung
  • Kejang atau kejang
  • Pusing yang berlangsung lama atau berulang
  • Gejala yang memburuk seiring waktu
  • Benjolan besar di kepala atau memar di area selain dahi pada anak-anak, terutama pada bayi di bawah usia 12 bulan
(suc/fds)