Selasa, 22 Mar 2022 16:45 WIB

Ini Efek Long COVID Omicron yang Tak Bisa Dianggap Remeh!

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern Efek long COVID Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov)
Jakarta -

Meskipun COVID-19 Omicron diklaim ringan dan mirip seperti flu biasa, namun efek long COVID Omicron bisa dialami oleh sejumlah orang, termasuk anak-anak meskipun sudah dinyatakan sembuh.

Sebagai informasi, efek Long COVID Omicron merupakan gejala jangka panjang yang menetap. Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), beberapa penyintas bisa mengalami serangkaian efek long COVID Omicron berkelanjutan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah pertama kali terinfeksi COVID-19.

Gejala yang bertahan atau efek long COVID Omicron ini bisa bertahan lebih dari satu tergantung dari sistem kekebalan tubuh seseorang.

"Setiap individu yang berbeda memiliki respons imun yang bervariasi, sehingga potensi mendapat gejala berkepanjangan juga berbeda pada satu orang dengan yang lain," jelas dr Ashutosh Shukla, direktur senior penyakit dalam di Rumah Sakit Max di Guragon, India, dikutip dari Deseret News,Selasa (22/3/2022).

Efek Long COVID Omicron

Dikutip dari laman resmi CDC, berikut secara umum efek long COVID Omicron yang dialami oleh pasien usai sembuh:

  1. Napas pendek
  2. Letih dan lelah
  3. Sulit konsentrasi atau berpikir (brain fog)
  4. Batuk-batuk
  5. Sakit kepala
  6. Nyeri otot
  7. Jantung berdebar
  8. Perubahan mood
  9. Diare
  10. Masalah tidur
  11. Pusing dan sakit kepala
  12. Perubahan indra pengecap atau perasa
  13. Perubahan siklus menstruasi
  14. Rasa seperti tertusuk-tusuk jarum

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban beberapa waktu lalu juga menjelaskan di Indonesia keluhan efek long COVID Omicron yang paling banyak dilaporkan adalah brain fog. Hal ini khususnya dialami oleh para tenaga kesehatan yang pernah terinfeksi Omicron.

"Laporan penyintas varian Omicron mengalami Long COVID, ada dan memang terjadi. Hanya angka kejadiannya belum banyak. Gejala yang sering ditemui adalah brain fog, beberapa nakes mengalami itu," terangnya.

Efek Long COVID Omicron pada Anak

Selain dialami oleh orang dewasa, efek long COVID Omicron juga dapat terjadi pada anak.

"Adalagi long COVID pada anak. Jadi, dia sudah kena COVID, tapi ada satu gejala menetap, paling tidak 12 minggu setelah hasil swab pertama, yaitu sekitar 3 bulan dan tidak ditemukan infeksi-infeksi lain, jadi kita curigai anak ini kena long COVID," tutur Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari Ketua Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), dokter spesialis anak sekaligus konsultan penyakit infeksi dan tropis dari RS Pondok Indah, dalam webinar virtual COVID-19 Anak, Kamis (10/3/2022).

dr Hinky mengungkap bahwa efek long COVID Omicron dapat memberikan dampak terhadap kehidupan anak sehari-hari, seperti misalnya anak jadi lemas dan segan untuk melakukan aktivitas.

"Dan karena mengganggu, maka dia terganggu kegiatan sehari-hari. Jadi, seperti lanjutan dari COVID. Trus bisa (gejalanya) bisa hilang dan timbul lagi," lanjutnya.

Adapun efek long COVID pada anak bersifat individual, seperti:

  • Sesak napas
  • Batuk
  • Lemas

"Kadang ada satu gejala yang tetap saja dan tidak hilang-hilang, itu sangat individual. Ada cuma sesak aja timbul tenggelam, ada yang lemas terus-menerus, ada yang batuk, kalau sudah cari penyebab lainnya nggak ada, berarti itu long COVID," lanjutnya.



Simak Video "WHO Jelaskan Cara Mengidentifikasi Kondisi Long Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)