Senin, 11 Apr 2022 17:05 WIB

Sibuk Kerja Sampai Lupa Napas? Bisa Banget, Cirinya Sering Sakit Kepala

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sakit kepala saat bekerja 'Lupa bernapas' bisa menjadi penyebab sakit kepala saat bekerja. Foto: Getty Images/iStockphoto/SunnyVMD
Jakarta -

Bernapas bisa menjadi 'pertolongan pertama' untuk sakit kepala, misalnya di tengah rasa cemas dan kesibukan bekerja. Pasalnya, tak jarang kondisi sakit kepala dipicu oleh 'lupa bernapas'. Bagaimana bisa?

"Pikiran itu kita suka fokus di satu hal. Mungkin saking kita fokusnya, kita lupa bernapas," kata mindfulness meditation practitioner, Edwin Tan atau yang biasa dikenal sebagai Buah Meditasi, saat ditemui detikcom di kawasan Jakarta Barat, Minggu (10/4/2022).

"Misalnya lagi panik karena ada suatu hal yang membuat kita panik, jadi terlalu memusatkan pikiran di satu hal. Terus lagi deadline, saking paniknya kita lupa bernapas," imbuhnya.

Edwin menjelaskan, lupa bernapas sebenarnya wajar terjadi. Dirinya selaku praktisi meditasi pun masih kerap 'kelupaan' bernapas. Akan tetapi karena terbiasa bermeditasi, ia bisa menyadari secara cepat ketika dirinya lupa bernapas dengan baik di tengah kesibukan yang padat.

"Meditasi adalah melatih kesadaran. Jadi saat kita terlalu memusatkan di satu hal yang cenderung negatif, kita sadar saya saatnya bernapas lagi. Kalau efek lupa napas itu kan banyak, karena kita kurang asupan oksigen kan jadi kita merasa cemas, nggak lancar oksigennya ke seluruh tubuh, kadang sakit kepala," jelasnya.

"Lupa napas itu sebenarnya sangat normal. Sebagai practitioner juga kita manusia, kita sering lupa karena ada suatu peristiwa. Tapi sering meditasi membuat kita lebih sadar (kapan) saya harus bernapas lagi, mengolah napas dengan baik lagi," sambung Edwin.

Mindfulness meditation practitioner, Edwin Tan (Buah Meditasi).Mindfulness meditation practitioner, Edwin Tan (Buah Meditasi). Foto: Vidya Pinandhita

Edwin menjelaskan, meditasi secara umum diartikan sebagai aktivitas menenangkan tubuh dan pikiran. Meski tidak ada teknik khusus dan bisa dilakukan oleh setiap orang tanpa batas usia, Edwin menekankan, penting untuk membiasakan teknik bernapas yang baik lebih dulu sebelum bermeditasi. Karena pada dasarnya, meditasi adalah aktivitas mengamati napas, bukan mengolah napas.

"Akhirnya setelah kita sadar dan kita tahu napas kita, napas kita pendek nih, bagaimana sih teknik napas yang panjang? Teknik napas banyak sih, ada 16 teknik yang saya ajarkan. Jadi pondasi awal biasanya ada lima sampai enam teknik yang fungsional. Misalnya kalau panic attack bagaimana, kalau cemas bagaimana," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal Arti Meditasi dari Praktisi"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)