Kamis, 14 Apr 2022 08:31 WIB

Morning Sickness karena Kehamilan, Bikin Batal Puasa Nggak?

Dzihni Ish - detikHealth
Pregnant woman vomiting into the toilet basin in the early stages of pregnancy. Foto: Getty Images/iStockphoto/LookAod
Jakarta -

Bagi wanita, hamil adalah sesuatu yang sangat membanggakan dan membahagiakan. Namun, meski membahagiakan tidak sedikit wanita yang mengalami morning sickness dan seringkali menyebabkan mual, muntah serta pusing.

Tak hanya melelahkan, morning sickness juga bisa membuat seorang wanita menjadi lemah dan tak berdaya.

Morning sickness yang terjadi di hari-hari selain Ramadan mungkin sudah biasa, karena hal ini tidak akan berpengaruh banyak bagi kesehatan seseorang. Tapi, bagaimana jika morning sickness dan mual serta muntah terjadi di bulan Ramadan saat seorang ibu berpuasa? Apakah puasa yang dilakukan batal dan ibu yang tengah hamil tersebut wajib mengganti di hari lain?

Hal itu tertuang dalam penjelasan Q.S. al-Baqarah ayat 184.

"... Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin..."

Untuk itu, bagi ibu hamil yang kesulitan berpuasa Ramadan jangan khawatir, tetap bisa menggantinya di luar bulan Ramadan kok. Memang, hamil muda masih rentan mual muntah, menjadi kendala tersendiri untuk melanjutkan puasa. Apalagi jika sudah hamil mendekati masa persalinan.

Tidak Batalkan Puasa

Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Lailatis Syarifah, Lc., M.A menjelaskan dalam surat Al-Luqman ayat 14, disebutkan bahwa wanita yang sedang mengandung dalam keadaan lemah, dikategorikan sebagai orang yang berat menjalani puasa. Maka dari itu, ibu hamil boleh tidak berpuasa karena kondisi yang lemah.

Tapi jika masih cukup kuat berpuasa di tengah morning sickness, tentu dibolehkan berpuasa karena muntahnya tidak disengaja. Mual muntah yang terjadi pada ibu hamil bukanlah hal yang disengaja melainkan karena bawaan janin yang tidak bisa dihindari.

Walau sedang berpuasa, ibu hamil juga harus memastikan tercukupi nutrisi dengan mengkonsumsi makanan bergizi bagi ibu dan janin.

Untuk itu, sebaiknya tetap selektif dalam memilih makanan berbuka puasa. Apa saja pilihan makanan berbuka yang bisa cukupi kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil? Simak di halaman berikutnya ya.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Kenali Lagi Khasiat Puasa untuk Kesehatan dari Kacamata Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)