Kanker Payudara & Serviks Paling Banyak di RI, Bagaimana Mencegahnya?

ADVERTISEMENT

Kanker Payudara & Serviks Paling Banyak di RI, Bagaimana Mencegahnya?

Angga Laraspati - detikHealth
Jumat, 22 Apr 2022 22:01 WIB
Ilustrasi kanker payudara
Foto: Shutterstock

"Kalau kanker ditemukan di stadium dini, itu dapat disembuhkan. Jadi kadang-kadang orang sudah takut kanker, bukan langsung berobat tapi muter-muter dulu. Maka itu bisa menjadi beban yang lebih besar," jelas dr. Tati.

dr. Tati menambahkan untuk pengobatan kanker dibutuhkan support dari keluarga, pasangan, hingga supportif grup yang sama-sama berjuang dengan kanker. dr. Tati juga mengatakan perihal biaya, semakin rendah stadium suatu kanker maka semakin rendah biaya yang harus dikeluarkan.

Sementara itu, public figure yang juga penyintas kanker Feby Febiola menceritakan pengalamannya ketika harus berjuang menyembuhkan kanker yang ia derita. Menurut Feby, diperlukan biaya yang cukup banyak.

"Untuk operasinya itu, saya inget banget agak mengagetkan jumlahnya. Tapi puji Tuhan saya kemoterapi sebagian dicover oleh BPJS tapi tidak semuanya, karena saya masih dalam tahap early stage," urai Feby.

Feby juga mengakui pada zaman saat ini dibutuhkan asuransi agar hidup lebih tenang baik itu dari penyakit dan juga masalah lainnya. Ia pun mengatakan bila seseorang terkena penyakit berat, biaya yang dikeluarkan akan sangat mahal.

"Kita nggak akan pernah sangka kalau terkena penyakit berat itu akan sangat mahal biayanya dan betul banget bahwa kita sakit, otomatis kita tidak bisa mencari uang. Waktu kita akan fokus pada pengobatan kita, apalagi kanker kan harus kemoterapi, di mana kalau kemoterapi itu badan pastinya lemes banget," katanya

"Dengan kita punya asuransi otomatis kita akan lebih fokus pada pengobatan kita, kita akan lebih tenang karena tak harus mikirin keuangan," sambungnya.

Ilustrasi kanker payudaraFoto: Tangkapan Layar

Di sisi lain, Direktur AXA Mandiri, Rudi Nugraha memaparkan berbagai manfaat asuransi. Ia mengambil contoh asuransi kesehatan dari AXA Mandiri yang memiliki manfaat seperti medical check up, hingga santunan ketika nasabah terkena penyakit kritis.

Menurut Joshua, sapaan akrabnya, semua risiko-risiko hidup sudah dipikirkan oleh asuransi, sehingga ketika siapa pun terkena risiko tersebut sudah bisa dibantu dengan adanya asuransi. Jadi, Joshua menilai memiliki asuransi adalah sangat mutlak.

"Sayangnya, kita di Indonesia itu masih sangat kecil sekali, menurut survei OJK, BPS dan Statistika masih sekitar 1,4% dari penghasilan per tahun yang disisihkan untuk asuransi jiwa. Idealnya, kami menyarankan minimal itu 10% dari penghasilan setahun disisihkan untuk asuransi, mulai dari asuransi kesehatan dan asuransi jiwa untuk berjaga-jaga supaya bila terjadi risiko tersebut kita tetap aman," tutur Joshua.

Berkat asuransi, lanjut Joshua, ketika seseorang mempunyai plan jangka panjang bagi dirinya dan juga keluarga akan lebih aman dan nyaman. Sebab, ketika risiko-risiko tersebut datang sudah ada back up plan dengan adanya asuransi.

Sebagai informasi, webinar yang diselenggarakan oleh AXA Mandiri dan detikcom ini memberikan informasi penting seputar kesehatan, khususnya mengenai penyakit kritis, webinar ini juga menghadirkan hadiah total jutaan rupiah, mulai dari penanya terbaik dan audiens yang berhasil menjawab pertanyaan dari host selama acara berlangsung, pemenang untuk busana terbaik, hingga door prize bagi audiens yang beruntung.


(fhs/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT