Rabu, 27 Apr 2022 15:15 WIB

Tumor Paru: Penyebab, Gejala, dan Jenis-Jenisnya

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
A young doctor is standing and looking at the lungs image at the blurred hospital room background. The concept of medical service, diagnosis and treatment. Mengenal penyebab hingga gejala tumor paru. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis)
Jakarta -

Ketika mendengar kata tumor, pasti yang ada di benak kepala adalah masalah kesehatan serius. Tumor sendiri merupakan penumpukan jaringan abnormal yang terjadi ketika sel membelah terlalu cepat atau tidak mati sebagaimana mestinya. Tumor paru adalah tumor yang terjadi di jaringan paru-paru atau di saluran pernapasan yang mengarah ke paru-paru. Tumor paru-paru dapat berupa ganas atau jinak.

Apakah kita perlu khawatir saat mengalami tumor paru? Dibandingkan dengan tumor ganas, tumor paru lebih jinak karena tidak bersifat kanker, sehingga tidak akan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Tumor paru tumbuh secara perlahan, atau bahkan dapat berhenti tumbuh dan menyusut.

Kondisi ini biasanya tidak mengancam jiwa seseorang. Walau dapat berkembang dan mendorong jaringan di dekatnya, tumor paru tidak akan menyerang, menghancurkan, atau mengganti jaringan lainnya.

Dikutip dari Cleveland Clinic, Selasa (26/4/2022), berikut ini adalah penyebab, gejala, dan jenis-jenis tumor paru.

Penyebab Tumor Paru

Paru-paru merupakan organ tubuh yang memiliki banyak jaringan, sehingga beresiko menjadi tempat berkembangnya sel-sel abnormal. Jadi, ada banyak kemungkinan penyebab tumor paru, antara lain:

  • Granuloma paru, yaitu gumpalan sel-sel yang mengalami peradangan. Sel-sel ini terbentuk akibat dari infeksi bakteri tuberkulosis, infeksi jamur histoplasmosis, atau jamur coccidiomycosis.
  • Abses paru-paru, yaitu infeksi berisi nanah yang biasanya disebabkan oleh bakteri.
  • Peradangan akibat rheumatoid arthritis, sarkoidosis, atau Wegener's granulomatosis.
  • Infeksi dari human papillomavirus (HPV).
  • Cacat lahir seperti bekas luka atau kelainan pada paru-paru lainnya.

Gejala Tumor Paru

Gejala tumor paru cenderung tidak spesifik dan mirip dengan penyakit pernapasan lainnya. Karena tumor jinak, orang yang terjangkit seringkali tidak mengalami gangguan kesehatan. Bahkan, kondisi ini baru diketahui secara tidak sengaja melalui pemeriksaan medis.

Gejala tumor paru yang kerap dialami adalah sebagai berikut:

  • Batuk yang tidak kunjung sembuh
  • Sesak napas
  • Kesulitan bernapas
  • Batuk berdarah
  • Suara mengi dari paru-paru
  • Nyeri dada

Jenis-Jenis Tumor Paru

Ada beberapa jenis tumor paru. Tumor yang berukuran lebih dari tiga puluh sentimeter (cm) disebut masses. Sedangkan, tumor yang berukuran lebih kecil disebut nodul. Tumor jinak biasanya berukuran kecil dalam bentuk nodul.

Berikut ini adalah jenis-jenis nodul yang merupakan tumor jinak, antara lain:

1. Hamartoma

Hamartoma adalah jenis tumor paru jinak yang paling umum. Sekitar 55 persen kasus nodul hamartoma adalah jinak. Sebagian besar nodul ini ditemukan di dalam tabung bronkial atau saluran yang menuju ke paru-paru.

Hamartoma biasanya berdiameter kurang dari empat sentimeter dan terlihat bulat seperti koin. Nodul ini lebih sering ditemukan pada pria daripada wanita, dengan rentang usia 50 hingga 70 tahun.

2. Bronchial Adenoma

Bronchial adenoma adalah jenis nodul paru jinak lainnya. Nodul ini tumbuh di saluran bronkus, kelenjar lendir, atau saluran tenggorokan.

3. Papiloma

Papiloma adalah jenis nodul paru jinak yang kurang umum. Nodul ini tumbuh di saluran bronkial, mencuat dari area permukaan tempat mereka menempel. Papiloma dibagi menjadi tiga jenis.

  • Squamous: Papiloma squamous dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Kondisi ini dapat terjadi akibat dari infeksi human papillomavirus (HPV).
  • Glandular: Papiloma ini kurang umum terjadi dan biasanya berkembang di saluran pernapasan yang lebih besar dibandingkan dengan papiloma squamous. Kondisi ini dapat terjadi di segala usia, tetapi kebanyakan dialami orang dewasa.
  • Kombinasi keduanya: Papiloma ini mengandung campuran jaringan papiloma squamous dan glandular.Namun, hanya sejumlah kecil kasus yang pernah dilaporkan. Papiloma ini berpotensi menjadi kanker karena sel squamous dapat berubah seiring berjalannya waktu.


Simak Video "Perbandingan Paru-paru Pasien COVID-19 yang Divaksin dan Belum"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)