Jumat, 29 Apr 2022 19:30 WIB

Catat! Jangan Paksa Mudik Kalau Sakit, Berisiko Kena COVID-19

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sehari sebelum larangan mudik diberlakukan pada Rabu (5/5), 
kemacetan dan antrean panjang terjadi di pintu keluar gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) 1, Karawang, Jawa Barat. Ini potretnya. Foto: Dian Firmansyah
Jakarta -

Mudik merupakan tradisi masyarakat di hari besar, seperti lebaran. Tujuan mudik sendiri adalah bersilaturahmi dan bertemu sanak saudara yang telah lama tak berjumpa selama dua tahun belakangan di masa pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, perjalanan mudik harus dipersiapkan dengan baik agar saat di tempat tujuan kita tetap dalam keadaan sehat. Pasalnya, salah satu hal yang tak bisa dihindari saat mudik adalah kemacetan luar biasa di sejumlah perjalanan, sehingga banyak pemudik yang sudah kelelahan di jalanan sebelum sampai di tempat tujuan.

Akademisi dan praktisi klinis, Ari F Syam, mengungkapkan bahwa kelelahan merupakan kondisi yang umum terjadi jika kita melakukan perjalanan darat yang panjang dan lama. Kondisi ini umumnya berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh dan membuat seseorang mudah terinfeksi oleh patogen jahat, termasuk virus Corona.

Meskipun kasus COVID-19 di Indonesia mulai membaik, namun Ari mengingatkan bahwa orang yang terinfeksi COVID-19 masih ada di sekitar. Apabila saat mudik kondisi daya tahan tubuh menurun karena kelelahan, seseorang bisa saja berpotensi tertular virus SARS-COV-2.

Lantaran hal tersebut, ia pun memberikan tips yang bisa dilakukan saat mudik agar tidak kelelahan, yaitu:

Usahakan tidur minimal 6 jam
Makan sayur dan buah-buahan
Olahraga
Sebisa mungkin menghindari kerumunan



Simak Video "Catat! Syarat Perjalanan Periode Ramadan-Mudik Lebaran 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)