ADVERTISEMENT

Rabu, 04 Mei 2022 04:56 WIB

Round Up

Dugaan Penyebab Hepatitis 'Misterius' di DKI, Vaksin COVID hingga Adenovirus

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
The word Hepatitis is written on wooden blocks next to tablets on a blue background. Medical concept Ilustrasi hepatitis akut misterius (Foto: Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI melaporkan 3 anak rujukan dari Jakarta Timur dan Jakarta Barat meninggal diduga terkait hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya. Berbagai spekulasi mencuat terkait dugaan penyebab, mulai dari adenovirus hingga vaksin COVID-19.

Terkait spekulasi yang mengaitkannya dengan vaksin COVID-19, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengingatkan bahwa hal ini tidak sesuai dengan fakta ilmiah.

"Hipotesis ini tidak didukung data, karena sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis misterius ini justru belum menerima vaksinasi COVID-19," katanya dalam cuitan pribadinya di Twitter, dikutip atas izin yang bersangkutan.

Sementara itu, epidemiolog Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menyinggung kemungkinan varian baru SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, yang belum terdeteksi. Hal ini dimungkinkan justru karena anak-anak banyak yang belum mendapat vaksinasi COVID-19.

"Anak ini kan telat banget dapat vaksin. Baru belakangan dapat vaksin itupun di atas 6 tahun itu belum banyak yang mendapat dua dosis, ketika hadir varian yang lebih cepat Omicron dan sebagainya, mereka menjadi korban," beber Dicky kepada detikcom, ditulis Selasa (3/5/2022).

Dugaan ini diperkuat dengan beberapa kasus long COVID yang juga disertai dengan hepatitis. Ia juga menekankan, kelompok yang rentan mengalami dampak fatal adalah anak-anak dengan status gizi buruk.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO dalam laporan terbarunya menyebut adenovirus sebagai hipotesis yang paling mungkin. Dari lebih dari 170 kasus yang dilaporkan di 12 negara, sebanyak 74 kasus terdeteksi berhubungan dengan adenovirus tipe 41.

Terkait 3 kasus meninggal di Indonesia prof Tjandra Yoga Aditama yang pernah menjabat sebagai Dirjen WHO Asia Tenggara berharap Kemenkes melakukan pemeriksaan dan segera mengumumkan hasilnya. Termasuk hasil pemeriksaan laboratorium Hepatitis A, B, C, dan E.

"Selain itu tentu juga bagaimana hasil ada tidaknya Adenovirus 41 yang kini banyak diduga sebagai penyebab Hepatitis di lintas benua ini," tulis Prof Tjandra melalui pesan singkat kepada wartawan.

NEXT: Gejala hepatitis akut 'misterius'

Simak Video 'Hepatitis Akut Misterius Masuk RI, IDAI Ingatkan Gejala dan Cara Pencegahan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT