Sabtu, 07 Mei 2022 14:30 WIB

Riset Temukan Efektivitas Vaksin COVID-19 Lebih Lemah pada Orang Obesitas

Vidya Pinandhita - detikHealth
Antusiasme warga untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat, terpantau sangat tinggi. Beginilah potret saat dari proses antre hingga vaksinasi. Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Riset terbaru di Turki menyebut obesitas dapat menurunkan efektivitas vaksin COVID-19 pada orang yang belum pernah terpapar virus Corona. Lantas, seperti apa perbandingkan tingkat keampuhan vaksin COVID-19 pada orang dengan berat badan berlebih versus orang dengan berat badan normal? Jauhkah perbedaannya?

Berdasarkan hasil yang dipresentasikan minggu ini di Kongres Eropa tentang Obesitas di Maastricht, Belanda, penelitian tersebut dilakukan terhadap orang-orang yang belum pernah terinfeksi SARS-CoV-2 dan sudah menerima vaksin COVID-19 Pfizer dan Sinovac.

Pada pengguna Pfizer ditemukan, pasien dengan obesitas parah memiliki antibodi lebih dari tiga kali lebih rendah daripada orang dengan berat badan normal.

Sementara pada penerima Sinovac yang mengalami obesitas parah dan belum pernah terkena COVID-19, tingkat antibodi 27 kali lebih rendah dibandingkan orang dengan berat badan normal.

Dalam riset tersebut, peneliti membandingkan respons imun terhadap vaksin kepada 124 relawan dengan obesitas parah, dengan indeks massa tubuh 40 ke atas, serta 166 relawan dengan berat badan normal dengan indeks massa tubuh kurang dari 25. Secara keseluruhan, 130 peserta telah menerima dua dosis vaksin mRNA Pfizer/BioNTech dan 160 telah menerima dua dosis vaksin virus tidak aktif Sinovac.

"(Vaksin Pfizer/BioNTech) dapat menghasilkan lebih banyak antibodi secara signifikan daripada CoronaVac pada orang dengan obesitas parah," terang pemimpin studi Volkan Demirhan Yumuk dari Universitas Istanbul dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Sabtu (7/5/2022).

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah tingkat antibodi yang lebih tinggi ini memberikan perlindungan yang lebih besar terhadap COVID-19," pungkasnya.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)