ADVERTISEMENT

Minggu, 08 Mei 2022 04:58 WIB

Round Up

Dokter: Mayoritas Pasien Hepatitis Akut Misterius Belum Vaksin COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen telah digelar di Jakarta sejak Senin (3/1/2021). PTM pun masih berjalan meski Jakarta kini menerapkan PPKM level 2. IDAI belum merekomendasikan penundaan PTM terkait kasus hepatitis misterius (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Spekulasi tentang keterkaitan hepatitis akut misterius dengan vaksin COVID-19 dibantah oleh para pakar. Data menunjukkan, sebagian besar pasien justru belum mendapatkan vaksinasi.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Muzal Kadim, SpA(K). dalam diskusi daring, Sabtu (7/5/2022). Baik vaksin berbasis adenovirus maupun mRNA (messenger RNA), disebutnya tidak berkaitan dengan hepatitis yang saat ini menggemparkan dunia.

"Sampai saat ini, hepatitis virus akut berat ini tidak dikaitkan dengan vaksin COVID. Karena sebagian besar dari kasus yang muncul saat ini justru belum divaksin, karena kebanyakan adalah anak di bawah 6 tahun bahkan 2 tahun ke bawah kalau yang di UK," tegasnya.

Seperti diketahui, vaksin COVID-19 dikembangkan dengan berbagai platform. Termasuk di antaranya adalah beberapa jenis vaksin berbasis viral vector yang memang menggunakan adenovirus. Namun seperti ditegaskan dr Muzal, anak-anak di bawah usia 6 tahun belum mendapat vaksin COVID-19 jenis apapun.

"Kalau dikaitkan dengan (vaksin) mRNA itu setelah sekian juta pemberian vaksin, mungkin dikaitkan dengan efek samping. Tapi kalau pada kasus yang akut sekarang ini, tidak dikaitkan dengan vaksin COVID," lanjutnya.

Penegasan senada disampaikan oleh lead scientists Kementerian Kesehatan untuk hepatitis akut misterius, Prof dr Hanifah Oswari, SpA(K). Menurutnya, tidak ada bukti yang mengaitkan Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) dengan vaksin COVID-19.

"Kejadian ini dihubungkan dengan vaksin COVID-19 itu tidak benar, karena kejadian saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhubungan dengan vaksinasi COVID-19," tegas Prof Hanifah dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/5/2022).

NEXT: Belum ada wacana menunda PTM di sekolah.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Gejala yang Dialami 18 Pasien di Kasus Dugaan Hepatitis Misterius"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT