ADVERTISEMENT

Minggu, 08 Mei 2022 13:23 WIB

4 Anjuran Kemenkes RI Soal Hepatitis Akut Misterius, Gejala hingga Penanganan

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Hepatitis word from wooden blocks on desk Hepatitis akut misterius (Foto: Getty Images/iStockphoto/Piotrekswat)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI baru-baru ini mengumumkan tiga kasus anak meninggal dunia akibat terinfeksi hepatitis akut misterius. Kasus hepatitis ini telah dimasukkan ke dalam Disease Outbreak News (DONs) oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Baru-baru ini, juru bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengumumkan tiga kasus pasien anak yang meninggal dunia karena hepatitis akut ditangani di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Ketiganya datang sudah dalam kondisi yang parah, rujukan dari rumah sakit di DKI Jakarta.

"Jadi memang hanya memberikan waktu sedikit untuk rumah sakit melakukan tindakan pertolongan," kata Nadia dalam konferensi pers, Kamis (5/5/2022).



Menanggapi dugaan ditemukannya hepatitis misterius akut di Indonesia yang menyerang anak-anak, Kemenkes RI bersama para dokter mengimbau para orang tua untuk memperhatikan 4 penanganan hepatitis akut pada anak, di bawah ini:

1. Waspada gejala awal

Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr dr Hanifah Oswari, SpA(K) menyatakan, gejala awal hepatitis akut ini biasanya berupa gangguan saluran cerna yang bisa diikuti dengan demam ringan.


"Gejala awalnya adalah gejala saluran cerna, seperti tadi diare, mual ,muntah, sakit perut, dan demam ringan," imbuhnya pada konfrensi pers Kemenkes RI (5/5/2022).

2. Segera periksa jika ada gejala

Pada acara yang sama, dr Mohammad Syahril, Sp.P, MPH dari RSPI Sulianti Suroso menyarankan para orang tua agar tidak panik jika mendapati adanya gejala hepatitis akut pada anak. Ia menyarankan agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk bisa ditangani dengan tepat.

"Masyarakat mengenal gejala dan tanda supaya kita waspada walaupun kita tidak perlu terlalu panik dan mendapatkan pertolongan yang tepat, ya jadi kalo ada gejala harus tepat yaitu ke puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan termasuk rumah sakit," ujarnya.

3. Jangan menunggu gejala lanjutan

Lebih lanjut, dr Syahril juga menekankan agar tidak terlambat ke fasilitas kesehatan jika anak memiliki gejala awal hepatitis akut. Jangan menunggu sampai muncul gejala lanjutan seperti kulit dan mata kuning.

"Kalo dirujuk ke rumah sakit biasanya sudah dengan gejala yang sudah berat, mungkin dengan kuning tadi di matanya atau di seluruh badannya," bebernya.

"Mudah-mudahan kalau tidak terlambat kita akan selamatkan pasien ini, jadi jangan sampai pasien sudah keadaan tidak sadar baru dibawa ke rumah sakit," sambung dr Syahril.

4. Segera bawa ke ICU jika kesadaran menurun

Jika sudah sampai mengalami kesadaran yang semakin menurun, segera dilarikan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas ICU Anak.

Sementara itu, dr Hanifah Oswari juga mengatakan bahwa pemerintah telah menghimbau tenaga kesehatan (nakes) dan fasilitas kesehatan (fasyankes) untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, khususnya virus.

"Meminta nakes dan fasyankes, untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi untuk pengendalian khususnya virus," pungkasnya.



Simak Video "Kemenkes Sebut Ada 91 Kasus Kumulatif Dugaan Hepatitis Akut di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT