Selasa, 10 Mei 2022 06:00 WIB

Insulin Suntik: Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai

Patrick Trusto Jati Wibowo - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Insulin suntik (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Pernah mendengar insulin suntik? Bagi para pengidap diabetes mungkin sudah tidak asing dengan obat yang satu ini. Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas untuk membantu mengelola atau mengendalikan kadar gula darah (glukosa).

Hormon ini bekerja di dalam sel-sel otot, lemak, dan hati untuk menyerap glukosa yang ada di dalam darah. Glukosa dapat berubah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan tubuh melalui hormon insulin. Selain itu, hormon ini juga memiliki manfaat lain, seperti pemecahan lemak atau protein dalam tubuh.

Insulin suntik adalah insulin buatan yang cara kerjanya sama seperti yang diproduksi oleh pankreas. Obat ini merupakan substitusi insulin alami yang tidak dapat dihasilkan dalam jumlah normal pada tubuh pengidap diabetes.

Dikutip dari MIMS, Senin (9/5/2022), insulin suntik dapat digunakan bersamaan dengan obat lain untuk mengendalikan diabetes dengan menjaga gula darah tetap terkendali. Diabetes adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak lagi mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mengontrol kadar gula darah, dan menjadi tidak efektif (resistensi insulin). Pengobatan ini menjadi bagian dari program penanganan diabetes yang harus dilakukan selain olahraga, diet sehat, dan pemantauan gula darah secara teratur.

Berikut ini adalah dosis, efek samping, dan aturan pakai insulin suntik untuk menangani diabetes.

Dosis Insulin Suntik

Insulin suntik masuk ke dalam obat resep, sehingga penggunaannya harus diawasi oleh dokter atau tenaga medis. Biasanya, insulin suntik tersedia dalam bentuk injeksi (vial) 3mL dan 10 mL. Berikut ini adalah dosis penggunaan insulin suntik.

1. Ketoasidosis Diabetik

Metode suntik intramuskular

  • Dewasa: Beri dosis suntikan awal 20 unit, diikuti 6 unit/jam sampai kadar gula darah turun menjadi 10 mmol/l atau di bawah 180 mg/dl.

Metode suntik intravena

  • Dewasa: Beri dosis awal 6 unit/jam melalui infus, gandakan dosis hingga 2 atau 4 kali lipat jika kadar gula darah tidak kunjung turun.
  • Anak-anak: Beri dosis awal 0,1 unit/BB per jam melalui infus, gandakan dosis hingga 2 atau 4 kali lipat jika kadar gula darah tidak kunjung turun.

2. Diabetes Melitus

Metode suntik subkutan

  • Dewasa: Berikan dosis sesuai kebutuhan. Suntikan diberikan ke area paha, lengan atas, bokong, atau perut.

Efek Samping Penggunaan Insulin Suntik

Biasanya, efek samping penggunaan insulin suntik meliputi:

  • Berat badan bertambah
  • Hipoglikemia atau rendahnya kadar gula darah yang ditandai dengan denyut jantung cepat, berkeringat, kesemutan, dan pusing.
  • Hipokalemia atau rendahnya kadar kalium darah yang ditandai dengan kram otot, lemas, dan detak jantung tidak teratur
  • Kulit kemerahan dan gatal
  • Pembengkakan di area penyuntikan

Alergi serius akibat insulin suntik sebenarnya jarang terjadi. Namun, hubungi dokter jika mendapati adanya gejala seperti ruam, gatal pada bagian wajah, pusing, dan kesulitan bernapas.

Aturan Pakai Insulin Suntik

Sebelum mulai menggunakan insulin suntik, ikuti petunjuk seperti yang telah diinstruksikan oleh dokter atau apoteker. Jangan mengurangi atau melebihi dosis yang telah ditentukan. Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan insulin suntik, karena dapat meningkatkan resiko rendahnya kadar gula darah.

Sebelum melakukan injeksi insulin, pastikan bahwa cairan insulin berada dalam keadaan yang baik, bebas partikel, dan tidak berubah warna, karena wujudnya jernih seperti air. Berikan insulin 30 menit sebelum makan sebanyak tiga kali sehari atau lebih, sesuai petunjuk dokter. Jangan lupa mengonsumsi makanan setelahnya.

Jangan pernah berbagi alat suntik dengan orang lain. Sebab, hal ini dapat meningkatkan resiko penyakit menular dari satu orang ke orang lain.

Gunakan obat ini secara rutin pada jam yang sama setiap harinya. Segera hubungi dokter jika kondisi tidak kunjung membaik.



Simak Video "Awas! Mayoritas Kematian Pasien Corona RI Punya Komorbid Diabetes Melitus"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)