ADVERTISEMENT

Senin, 23 Mei 2022 17:31 WIB

Booster Kedua Vaksin COVID untuk Nakes, Perlukah? Ini Pandangan Pakar

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kemenkes mencatat 132.004 orang tenaga kesehatan di Indonesia sudah disuntik virus Corona. Angka itu adalah 22 persen dari total 598.483 Nakes yang akan divaksin. Booster kedua, perlukah? (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Mengingat antibodi menurun dalam waktu sekitar delapan bulan setelah vaksin COVID-19 disuntikkan, muncul usulan pemberian booster kedua diutamakan untuk tenaga kesehatan. Namun epidemiolog menilai, langkah tersebut belum dibutuhkan secara darurat lantaran cakupan vaksinasi dosis dua dan tiga pun belum memadai.

"Dalam konteks Indonesia, untuk tenaga-tenaga kesehatan yang memang saat ini di front line, tentu bisa digencarkan masalah dosis ketiganya. Tapi kalau untuk booster kedua, saya kira belum terlalu urgent," ujar epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, kepada detikcom, Senin (23/5/2022).

"Kita harus melihat juga masalah alokasi atau stok dari vaksin ini yang harus digencarkan untuk booster di populasi umum. Bahkan pada di atas 6 tahun harus dikejar boosternya atau dosis ketiga, karena kecenderungannya, definisi vaksinasi lengkap COVID-19 ini tiga dosis," sambungnya.

Menurutnya, kelak vaksinasi COVID-19 dosis lengkap sudah melampaui target 70 persen populasi di Indonesia, pemberian vaksin COVID-19 booster bisa dipertimbangkan. Namun dengan kondisi cakupan vaksinasi di Indonesia saat ini, Dicky menyebut lebih baik vaksinasi COVID-19 dosis dua dan tiga digencarkan lebih dulu.

"Nanti seiring waktu, setelah setidaknya cakupannya sudah di atas 70 persen untuk booster, kita bisa melihat urgensi lagi, kita evaluasi kembali. Tapi menurut saya saat ini kita harus mengejar pemberian dosis dua dan tiga yang masih jadi PR untuk populasi umum. Bahkan terutama untuk populasi yang berisiko," pungkasnya.

NEXT: Dokter usulkan booster kedua untuk nakes.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT