Jumat, 27 Mei 2022 13:57 WIB

Perlu Seberapa Sering Ukur Tekanan Darah untuk Cegah Hipertensi?

Yudistira Perdana Imandiar - detikHealth
Alat Ukur Tekanan Darah Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Kerap menimbulkan akibat fatal tanpa, hipertensi disebut sebagai pembunuh senyap atau silent killer. Di Indonesia, data tahun 2018 memperkirakan bahwa lebih dari 63 juta orang di Indonesia terkena hipertensi.

Sejatinya masalah fatal akibat hipertensi dapat dihindari karena pengukuran tekanan darah sesungguhnya relatif cukup sederhana untuk dilakukan. Satu hal yang mesti jadi perhatian, seberapa sering pengukuran tekanan darah perlu dilakukan dan berapa batasan yang masih termasuk normal?

Batas Tekanan Darah

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah kondisi tekanan darah melebihi batas normal. Tekanan darah yang termasuk dalam batas normal adalah kurang dari 120/80 mmHg, sedangkan yang masuk ke dalam kategori hipertensi adalah mulai dari 130/80 mmHg dan lebih tinggi. Kondisi tekanan darah di antaranya termasuk ke dalam kategori prehipertensi.

Agar hipertensi dapat dideteksi sejak dini, pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan sejak usia muda. Hal ini tentunya penting mengingat hipertensi sering timbul tanpa gejala. Seberapa sering kita perlu mengukur tekanan darah bergantung pada usia dan kondisi faktor risiko yang dimiliki.

Bagi yang berusia 18-39 tahun dengan tekanan darah normal dan tidak memiliki faktor risiko penyakit hipertensi, disarankan melakukan pengukuran tekanan darah minimal 3-5 tahun sekali. Jika berusia 18-39 tahun namun memiliki faktor risiko penyakit hipertensi, seperti kelebihan berat badan) perlu melakukan pengukuran tekanan darah setiap tahun.

Adapun bagi yang berusia 40 tahun ke atas, ada baiknya melakukan pengukuran tekanan darah setiap tahun. Sementara itu, untuk yang memiliki masalah kesehatan kronis seperti memiliki tekanan darah tinggi atau tekanan darah rendah atau penyakit jantung, perlu melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan lebih rutin sesuai rekomendasi dari dokter.

Ukur Tekanan Darah di Rumah

Pengukuran tekanan darah sesungguhnya dapat dilakukan di rumah secara mandiri. Untuk pengukuran darah di rumah, American Heart Association menyarankan penggunaan alat ukur tekanan darah otomatis pada lengan atas. Pilih alat ukur yang sudah tervalidasi, dan pastikan ukuran cuff (bagian yang dilingkarkan pada lengan) sesuai dengan ukuran lengan.

Agar pengukuran tekanan darah secara mandiri ini dapat memberikan hasil yang akurat, American Heart Association dan US CDC menginformasikan beberapa hal yang penting diikuti, yaitu.

1. Duduk tegak dengan punggung bersandar pada sandaran kursi selama pengukuran.
2. Pastikan kaki menapak lurus pada lantai dan jangan silangkan kaki selama pengukuran.
3. Pastikan bagian lengan atas tidak tertutupi pakaian, lalu letakkan lengan di atas meja dan pastikan ketinggian lengan atas sejajar dengan jantung.
4. Diam dan tidak berbicara selama pengukuran dilakukan.
5. Lakukan pengukuran sebanyak 2-3 kali dengan jeda antar pengukuran selama 1 menit, dan catat hasil pengukuran.

Selain mengukur tekanan darah secara berkala, penting juga untuk menjalankan pola hidup sehat guna mencegah hipertensi. Salah satu yang penting dilakukan adalah membatasi asupan garam harian.

Kini Tropicana Slim hadir dengan berbagai macam produk rendah garam untuk membantu Anda membatasi asupan garam harian, dengan tetap praktis dan enak. Coba Tropicana Slim Kecap Asin untuk memberikan cita rasa gurih dan nikmat pada masakan namun lebih rendah garam, atau Tropicana Slim Sambal Terasi yang terbuat dari cabai segar berkualitas dan terasi pilihan namun dibuat tanpa penambahan gula pasir dan lebih rendah garam, untuk pelengkap saat makan.

Untuk pilihan lebih praktis, Tropicana Slim Shirataki Noodles bisa jadi pilihan karena rendah kalori dan tinggi serat namun lebih rendah garam dengan rasa yang enak.



Simak Video "KuTips: 5 Tips Biar Kamu Nggak Hipertensi "
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)