Jumat, 27 Mei 2022 18:53 WIB

Mengenal Turun Berok: Penyebab, Gejala, Hingga Pengobatannya

Rosiana Putri Muliandari - detikHealth
Beautiful girl is having severe stomach pain while traveling. Turun berok (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Turun berok atau hernia merupakan sebuah kondisi saat organ dalam mendorong melalui titik lemah di otot atau jaringan. Misalnya, usus dapat menembus area yang melemah di dinding perut. Kondisi ini juga memiliki beberapa jenis.

Banyak turun berok yang terjadi di perut antara dada dan pinggul, tapi juga dapat muncul di daerah paha atas dan selangkangan. Sebagian besar turun berok tidak mengancam jiwa. Meski begitu, kondisi ini tidak hilang dengan sendirinya.

Penyebab Turun Berok

Utamanya, semua jenis turun berok disebabkan oleh kombinasi tekanan dan pembukaan atau kelemahan otot atau fasia. Tekanan tersebut mendorong organ atau jaringan melalui lubang atau titik lemah.

Dikutip dari WebMD, beberapa hal lain yang dapat menyebabkan peningkatan di area abdomen yang memicu turun berok adalah mengangkat benda berat tanpa menstabilkan otot perut, diare atau sembelit, atau batuk atau bersin terus-menerus.

Tidak hanya itu, obesitas, gizi buruk, dan merokok, semuanya dapat melemahkan otot dan meningkatkan risiko terjadinya turun berok.

Gejala Turun Berok

Hernia di perut atau selangkangan cenderung dapat menghasilkan benjolan atau tonjolan yang terlihat yang dapat didorong kembali, atau yang dapat hilang saat berbaring. Selain itu, seperti dikutip dari Cleveland Clinic, gejala hernia lainnya meliputi:

  • Pembengkakan atau tonjolan di selangkangan atau skrotum
  • Peningkatan rasa sakit di lokasi tonjolan
  • Sakit saat mengangkat beban
  • Peningkatan ukuran tonjolan dari waktu ke waktu
  • Sensasi nyeri yang tumpul
  • Rasa penuh atau tanda-tanda obstruksi usus.

Jenis-jenis Turun Berok

Jenis turun berok yang paling umum adalah:

Turun berok inguinalis

Pada pria, kanalis inguinalis adalah saluran untuk korda spermatika dan pembuluh darah yang menuju ke testis. Pada wanita, kanalis inguinalis mengandung ligamen bundar yang memberikan dukungan untuk rahim.

Pada turun berok jenis ini, jaringan lemak atau bagian usus menonjol ke selangkangan di bagian atas paha bagian dalam. Ini adalah jenis turun berok yang paling umum dan lebih sering menyerang pria daripada wanita.

Turun berok femoralis

Jenis ini terjadi saat jaringan lemak atau bagian usus menonjol ke selangkangan di bagian atas paha bagian dalam. Turun berok jenis femoralis jauh lebih jarang daripada turun berok inguinalis dan terutama menyerang wanita yang lebih tua.

Turun berok umbilikalis

Turun berok umbilikalis terjadi ketika jaringan lemak atau bagian dari usus mendorong melalui perut dekat pusar.

Turun berok hiatus

Jenis ini terjadi dimana bagian perut mendorong ke dalam rongga dada melalui lubang di diafragma, lembaran horizontal otot yang memisahkan dada dari perut.

Pengobatan Turun Berok

Sayangnya, turun berok cenderung tidak sembuh dengan sendirinya dan operasi mungkin satu-satunya cara untuk memperbaikinya. Namun, dokter dapat merekomendasikan terapi dan mungkin merujuk ke ahli bedah.

Jika ahli bedah menganggap perlu untuk memperbaiki turun berok, maka ahli bedah akan menyesuaikan metode perbaikan yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Dalam kasus turun berok umbilikalis pada anak, pembedahan mungkin direkomendasikan jika ukuran turun berok besar atau jika belum sembuh pada usia 4 hingga 5 tahun. Pada usia ini, seorang anak biasanya dapat menghindari komplikasi bedah.

Jika orang dewasa menderita turun berok umbilikalis, pembedahan biasanya dianjurkan karena kondisinya tidak akan membaik dengan sendirinya dan risiko komplikasi lebih tinggi.

Pencegahan Turun Berok

Berkembagnya turun berok tidak selalu dapat dicegah. Bahkan, terkadang turun berok terjadi karena kondisi bawaan yang ada atau operasi sebelumnya.

Namun, seseorang dapat membuat beberapa penyesuaian gaya hidup sederhana untuk membantu menurunkan risiko turun berok. Cara tersebut dapat dapat mengurangi jumlah ketegangan yang ditempatkan pada tubuh.

Berikut beberapa tips pencegahan umum:

  • Jika merokok, pertimbangkan untuk berhenti
  • Temui dokter ketika sakit untuk menghindari batuk terus-menerus
  • Pertahankan berat badan sedang
  • Makan cukup makanan berserat tinggi untuk mencegah sembelit
  • Lakukan latihan yang membantu memperkuat otot perut
  • Hindari mengangkat beban yang terlalu berat (jika harus mengangkat sesuatu yang berat, tekuk lutut dan bukan pinggang atau punggung)
  • Hindari menahan napas saat mengangkat benda berat



Simak Video "Balon Udara dari Korsel Terbang ke Korut, Bawa Masker dan Vitamin"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)