Begini Prosedur & Manfaat Endoskopi untuk Kesehatan Saluran Cerna

ADVERTISEMENT

Begini Prosedur & Manfaat Endoskopi untuk Kesehatan Saluran Cerna

Sponsored - detikHealth
Rabu, 01 Jun 2022 09:15 WIB
Siloam
Foto: Siloam
Jakarta -

Masalah pencernaan bisa terjadi pada setiap orang karena berbagai alasan. Namun, sering kali masalah pencernaan disepelekan hingga tak disadari penyakit yang dialami sudah mengarah ke tahap yang serius dan butuh pemeriksaan lebih lanjut.

Masalah pencernaan mesti ditelusuri akar penyebabnya. Salah satu metode pemeriksaan yang paling jitu adalah dengan teknik endoskopi.

Endoskopi adalah prosedur medis untuk memeriksa organ dalam tubuh tanpa melakukan pembedahan besar. Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan alat khusus yang disebut endoskop, yaitu alat berbentuk selang dilengkapi dengan senter dan kamera di bagian ujungnya.

Kamera tersebut akan menangkap gambar di dalam tubuh dan terhubung ke layar monitor sehingga dapat membantu dokter memantaunya. Untuk lebih memahami apa itu endoskopi, bagaimana prosedur, serta efek sampingnya simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Endoskopi?

Pemeriksaan endoskopi adalah tindakan medis dengan memasukkan endoskop ke dalam saluran pencernaan melalui mulut atau dubur untuk mengamati organ dalam atau jaringan secara detail. Prosedur ini juga dapat digunakan untuk tujuan lain, termasuk operasi kecil.

Dokter umum biasanya akan merujuk pasien untuk menjalani prosedur endoskopi jika mengalami gejala tertentu. Tujuannya agar bisa segera mengetahui penyakit dan menentukan pengobatannya. Endoskopi modern telah terbukti sangat berguna di banyak bidang kedokteran karena memiliki kecenderungan minim risiko, memberikan gambar yang jelas, dan prosedurnya cepat. Di Amerika Serikat diperkirakan 75 juta endoskopi dilakukan setiap tahunnya.

Fungsi Endoskopi

Menurut Dokter Spesialis Bedah & Konsultan Bedah Digestif Siloam Hospitals Dhirga Sury dr. Yasin Leonardi, Sp.B-KBD, secara umum, tindakan endoskopi memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.

1. Memeriksa Gejala yang Dialami Pasien

Endoskopi adalah metode yang sangat berguna untuk memeriksa gejala-gejala yang dialami pasien dari suatu penyakit. Sebagai contoh, pemeriksaan endoskopi saluran cerna atas bisa membantu dokter memeriksa penyebab dari gejala mual, muntah, kesulitan menelan, hingga pendarahan saluran cerna.

2. Mendiagnosis Penyakit

Apabila penyebab dari keluhan pasien sudah diketahui, dokter kemudian dapat melakukan pengambilan sampel jaringan pada organ tubuh yang bermasalah atau biopsi dengan penjepit kecil yang terdapat pada endoskop. Sampel tersebut akan diperiksa lebih lanjut guna mengetahui kemungkinan penyakitnya.

3. Mengatasi Penyakit

Pada beberapa kasus, endoskopi adalah metode yang juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi suatu penyakit. Contoh penanganan penyakit yang bisa dilakukan dengan metode ini, antara lain terapi laser atau ablasi gelombang mikro guna menghancurkan sel kanker, pembedahan saluran cerna, dan pemberian obat langsung pada organ yang bermasalah.

4. Skrining dan Pencegahan Kanker

Fungsi endoskopi berikutnya adalah sebagai skrining dan pencegahan kanker. Biopsi yang dilakukan tak hanya berguna untuk mendiagnosis penyakit, melainkan juga membantu mencegah penyebaran jaringan kanker jenis tertentu.

Apa Itu Endoskopi Saluran Cerna Atas?

Terdapat berbagai jenis endoskopi sesuai lokasi pemeriksaannya, salah satunya adalah endoskopi saluran cerna atas atau upper gastrointestinal endoscopy. Endoskopi saluran cerna atas adalah prosedur untuk melihat saluran pencernaan bagian atas secara visual, meliputi kerongkongan, perut, hingga usus dua belas jari. Prosedur ini disebut juga dengan esophagogastroduodenoscopy (EGD).

Fungsi Endoskopi Saluran Cerna Atas

Dokter menggunakan endoskopi saluran cerna atas untuk membantu mendiagnosis dan mengobati gejala serta kondisi yang memengaruhi kerongkongan, lambung, dan usus bagian atas atau duodenum. Endoskopi saluran cerna atas dapat menemukan penyebab dari gejala-gejala seperti sensasi nyeri ulu hati terus-menerus, mual dan muntah, kembung berkepanjangan dan bersendawa, pendarahan, nyeri, masalah saat menelan, serta penurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan

Adapun beberapa penyakit yang bisa dideteksi menggunakan prosedur endoskopi, di antaranya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), kanker, borok, peradangan atau pembengkakan, kelainan pra-kanker seperti Barrett's esophagus, penyakit celiac, penyempitan kerongkongan, dan penyumbatan

Selain itu, dokter juga menggunakan endoskopi saluran cerna atas untuk sejumlah kebutuhan, seperti mengobati kondisi seperti varises esofagus dan pendarahan dari bisul, melebarkan penyempitan kerongkongan. Bisa juga untuk mengambil benda, termasuk makanan atau lainnya yang mungkin tersangkut di saluran pencernaan bagian atas. Selain itu, untuk menghilangkan polip atau pertumbuhan lainnya, atau menempatkan tabung pengisi atau tabung drainase. Saat ini, para dokter pun mulai menggunakan endoskopi saluran cerna atas guna melakukan prosedur penurunan berat badan bagi beberapa orang dengan obesitas.

Prosedur Endoskopi Saluran Cerna Atas

Saat melakukan prosedur endoskopi saluran cerna atas di klinik atau pun rumah sakit, tentunya ada beberapa hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu. Pertama, pasien perlu menceritakan pada dokter tentang riwayat kesehatan, termasuk gejala yang dirasakan, alergi, dan semua obat maupun vitamin yang dikonsumsi. Dokter akan memberikan sejumlah arahan kepada pasien sebelum menjalani prosedur ini. Mereka akan diminta berpuasa selama 6-8 jam dengan tujuan agar lambung benar-benar kosong. Jika tidak, dokter akan kesulitan memeriksa dengan jelas sebab saluran cerna tertutup dengan makanan atau minuman.

Kemudian, pasien akan diberikan obat penenang melalui infus supaya lebih nyaman selama tindakan. Pasien juga mungkin diberikan bius cair berbentuk obat kumur atau semprotan guna membuat tenggorokan mati rasa dan mencegah tersedak selama prosedur. Dalam beberapa kasus, endoskopi bisa dilakukan tanpa pembiusan.

Pasien akan diminta berbaring miring di atas meja operasi, lalu dokter dengan hati-hati akan memasukkan alat endoskop ke dalam kerongkongan menuju perut dan duodenum (usus dua belas jari). Kamera kecil yang terpasang pada endoskop akan mengirimkan gambar ke monitor yang memungkinkan dokter terus memantau melalui layar.

Selama tindakan, dokter mungkin akan melakukan biopsi, menghentikan pendarahan pada saluran pencernaan, maupun melakukan prosedur lain, misal melebarkan penyempitan saluran pencernaan

Adapun lamanya prosedur endoskopi adalah sekitar 15 sampai 30 menit. Selama tindakan, pasien tidak akan merasakan apapun, kecuali tertidur dengan pulas akibat dari pemberian obat bius.

Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Menjalani Endoskopi

Setelah endoskopi dilakukan, pasien bisa langsung pulang pada hari itu juga. Namun, pasien akan diminta untuk menunggu 1 hingga 2 jam di rumah sakit hingga efek obat bius tersebut hilang. Selanjutnya, dokter akan memberikan arahan tentang perawatan pascaendoskopi dilakukan.

Pasien mungkin juga akan merasakan kembung atau mual dalam waktu singkat. Sakit tenggorokan pun umum terjadi, tetapi itu semua akan hilang setelah 1 sampai 2 hari. Adapun hasil pemeriksaan endoskopi saluran cerna atas tidak membutuhkan waktu lama untuk segera diketahui.

Efek Samping Endoskopi Saluran Cerna Atas

Endoskopi adalah prosedur yang tergolong aman. Namun, seperti prosedur medis lainnya, tetap ada efek samping dari tindakan ini. Pada kasus langka, komplikasi yang bisa terjadi, di antaranya pendarahan, terutama jika melibatkan biopsi atau prosedur lain untuk mengobati masalah sistem pencernaan. Efek samping lainnya, yakni perforasi (lubang atau luka) di lapisan saluran cerna atas, atau reaksi abnormal terhadap obat penenang, seperti masalah pernapasan atau jantung

Pendarahan akibat prosedur biasanya kecil dan bisa berhenti tanpa pengobatan. Sementara itu, kasus perforasi jarang terjadi, namun apabila sampai terjadi, dokter perlu melakukan operasi untuk mengobatinya. Dokter juga dapat mengatasi reaksi abnormal terhadap obat penenang dengan menggunakan obat-obatan atau cairan IV selama atau pascaprosedur.

Apabila pasien mengalami gejala, seperti nyeri dada, masalah pernafasan, demam, masalah menelan atau sakit tenggorokan yang semakin parah, muntah (terutama jika mengandung darah atau seperti bubuk kopi), sakit di perut semakin parah, atau tinja berwarna hitam atau berdarah di bawah sebaiknya segera datang ke dokter.

Itulah hal-hal yang perlu Anda pahami tentang prosedur endoskopi, khususnya endoskopi saluran cerna atas. Sekali lagi, prosedur ini tergolong aman dan bertujuan mengamati organ di dalam tubuh Anda, sehingga dokter bisa mendiagnosis penyakit yang Anda derita.

Guna mendeteksi dini kesehatan dan mencegah kondisi semakin parah, Anda juga dianjurkan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama kesehatan saluran pencernaan. Hal ini penting dilakukan agar bisa segera ditangani sesuai prosedur yang tepat jika ditemukan adanya gejala tertentu.

Kunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda untuk mendapatkan informasi seputar medical check up saluran pencernaan. Anda juga dapat klik di sini atau akses aplikasi MySiloam untuk melakukan pemesanan paket pemeriksaan.

(Content Promotion/Siloam)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT