ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Jun 2022 17:19 WIB

Pentingnya Skrining dan Deteksi Dini untuk Kesehatan Ibu Hamil

Sponsored - detikHealth
Ibu Hamil Foto: Shutterstock
Jakarta -

Janin dan ibu yang sehat hingga melahirkan adalah kondisi yang diharapkan oleh semua orang ketika sedang hamil. Namun selain rasa bahagia yang meliputi perasaan, ada pula perasaan was-was akan risiko penyakit yang bisa saja menyerang ibu selama masa kehamilan.

Tak bisa disepelekan, beberapa gangguan medis yang bisa menyerang termasuk dalam kategori risiko tinggi. Sehingga diperlukan penanganan antenatal/asuhan kehamilan yang lebih ketat dan komprehensif. Untuk lebih waspada, ibu hamil perlu mengetahui dan memahami beberapa gangguan medis yang dapat terjadi pada kehamilan dengan risiko tinggi, antara lain keguguran, partus macet, perdarahan antepartum, kematian janin dalam kandungan (intra uterine fetal death), keracunan dalam kehamilan (preeklamsia), eklampsia, bayi lahir belum cukup bulan (prematur) dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Dari berbagai macam pemeriksaan yang perlu dilakukan saat hamil, melakukan Ante Natal Care (ANC) menjadi salah satu yang paling penting. Pemeriksaan ini, meliputi perolehan informasi serta edukasi terkait kehamilan dan persiapan persalinan yang akan dijelaskan oleh dokter kepada ibu hamil sedini mungkin. Pada beberapa kasus, kurangnya pengetahuan mengenai tanda bahaya kehamilan sering terjadi karena kurangnya kunjungan ANC. Sehingga banyak ibu hamil yang akhirnya mengalami hal-hal tidak diinginkan, seperti perdarahan pada masa kehamilan karena tidak bisa mendeteksi tanda bahaya.

"Berbagai penelitian terkait ANC menyatakan bahwa keberhasilan ANC lebih berarti dapat menyelamatkan nyawa atau menurunkan angka kematian ibu (AKI). Melalui ANC, kesempatan untuk menyampaikan edukasi dan promosi kesehatan pada ibu hamil khususnya bisa dilakukan lebih baik. Fungsi suportif dan komunikatif dari ANC tidak hanya mampu menurunkan AKI, tapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup bagi ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Selain itu, secara tidak langsung kualitas dari pelayanan kesehatan juga ikut meningkat," kata Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Konsultan Fetomaternal Mayapada Hospital Surabaya dr. Maurin Susanna, Sp.OG - KFM.

Selain itu, gangguan medis selama kehamilan yang juga mungkin terjadi adalah preeklamsia, yaitu kondisi di mana terjadi peningkatan tekanan darah pada saat kehamilan dan dapat menyebabkan komplikasi, termasuk kerusakan pada organ vital, khususnya ginjal dan hati. Preeklamsia sendiri biasanya dimulai setelah minggu ke-20, namun seringnya menimpa ibu hamil yang sebelumnya tidak memiliki riwayat hipertensi.

"Preeklamsia dapat muncul tiba-tiba, biasanya ibu hamil tidak menyadari saat tensinya tinggi karena sebelum kehamilan riwayat tensi baik. Maka dari itu, penting untuk dilakukan antenatal care dan skrining apalagi ibu hamil memiliki faktor risiko atau riwayat kehamilan sebelumnya bermasalah," jelas Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Konsultan Fetomaternal Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr. Agustinus Giri Respati, Sp.OG-KFM.

Pemeriksaan ibu dan bayi yang bisa dilakukan secara berkala selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan USG. Pemeriksaan ini penting dilakukan pada awal kehamilan untuk menentukan usia kehamilan dan mengetahui kondisi awal janin. Selanjutnya, dilakukan lagi pada usia kandungan di trimester kedua, terutama untuk mengevaluasi kemungkinan kelainan anatomi yang bisa saja dialami janin. Terakhir, bisa dilakukan pada trimester ketiga untuk mengetahui pertumbuhan janin dan posisi janin beserta plasenta atau ari-ari di dalam rahim. Selain itu, pemeriksaan USG di trimester ketiga juga membantu ibu untuk merencanakan persiapan persalinan.

"Pemeriksaan USG skrining anatomi janin lengkap paling optimal dilakukan pada usia kehamilan 26-28 minggu. Beberapa negara juga menambahkan pemeriksaan kelainan anatomi rutin pada usia hamil 11-14 minggu untuk mengevaluasi kemungkinan kelainan kromosom, contohnya sindrom down atau trisomi 21," kata Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Konsultan Fetomaternal Mayapada Hospital Tangerang dr. Sandhy Prayudhana, Sp.OG-KFM.

Beberapa gangguan medis selama kehamilan biasanya juga dipengaruhi oleh usia ibu dan riwayat penyakit keturunan yang dimiliki sebelumnya. Untuk itu, jika ibu hamil merasa atau mendeteksi adanya gangguan medis selama kehamilan dengan risiko tinggi seperti down syndrome atau kelainan kromosom lainnya, penting sekali untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Pemeriksaan Chorionic Villous Sampling (CVS) di trimester pertama saat minggu ke-10 dan ke-12, atau dapat dilakukan pemeriksaan amniosentesis dengan mengambil sampel cairan ketuban pada trimester kedua dengan tujuan untuk menemukan kelainan genetik kromosomal yang terjadi pada janin. Beberapa pemeriksaan terbaru yang dapat dilakukan untuk melihat kemungkinan janin memiliki kelainan kromosom juga dapat dilakukan secara invasive melalui pemeriksaan Non Invasive Prenatal Testing/Diagnostic (NIPT/NIPD) yang mengevaluasi DNA janin menggunakan sampel darah ibu. Pemeriksaan ini penting dilakukan jika didapatkan kecurigaan kelainan pada janin untuk memperkirakan prognosis luaran janin serta menentukan rencana penatalaksanaan yang tepat bagi janin yang akan dilahirkan," jelas Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Konsultan Fetomaternal dari Mayapada Hospital Surabaya dr. Manggala Pasca Wardhana, Sp.OG - KFM.

Demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan pada ibu dan janin selama masa kehamilan, Obstetrics & Gynecology Center Mayapada Hospital yang didukung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan dan subspesialisasi, menyediakan layanan komprehensif untuk kesehatan wanita pada segala usia. Mulai dari kesehatan organ reproduksi wanita, pemantauan kehamilan hingga persalinan, penanganan kehamilan risiko tinggi dan beberapa pemeriksaan penting sebagaimana tadi yang sudah dijelaskan, keluarga berencana, pilihan tindakan bedah untuk kasus ginekologi hingga persiapan dan perawatan menopause.

Selain ditangani langsung oleh dokter-dokter yang ahli di bidang masing-masing, layanan ini juga disertai dengan fasilitas pemeriksaan hingga alat penunjang perawatan yang canggih dan lengkap. Untuk itu, demi menghindari risiko penyakit lebih serius, segera lakukan deteksi sedini mungkin jika merasa ada gejala gangguan medis selama kehamilan.

Anda juga bisa mengunjungi Rumah Sakit Mayapada terdekat atau klik pada link Mayapada Hospital | Ask Doctor untuk bisa konsultasi langsung dengan dokter terkait dan mendapatkan voucher diskon untuk pemeriksaan medical check up.

(Content Promotion/Mayapada Hospital)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT