Meroket Jadi 780 Kasus, Cacar Monyet Seperti Apa Sih Gejalanya?

ADVERTISEMENT

Meroket Jadi 780 Kasus, Cacar Monyet Seperti Apa Sih Gejalanya?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Senin, 06 Jun 2022 10:01 WIB
Blood cells, molecule of DNA forming inside the test tube. 3D illustration, conceptual image of science and technology.
Cacar monyet seperti apa? Ilustrasi virus cacar monyet. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Cacar monyet seperti apa sih gejalanya? Sebab, baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya ada 780 kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di dunia per Minggu (5/6/2022). Jumlah tersebut dilaporkan di luar negara endemik, seperti Afrika Barat dan Tengah.

WHO juga menyebut tingkat risiko kesehatan global terkait cacar monyet masih dalam kategori sedang. Bahkan dinilai sangat mungkin jumlah kasus lebih tinggi dari yang dilaporkan lantaran keterbatasan tes laboratorium.

"Sangat mungkin negara lain akan mengidentifikasi kasus dan akan ada penyebaran virus lebih lanjut," tambah badan kesehatan tersebut, dikutip dari Channel News Asia.

Sebagian besar kasus cacar monyet sejauh ini diidentifikasi melalui layanan kesehatan seksual atau layanan kesehatan lain, tetapi masih berkaitan dengan aktivitas seks.

"Terutama melibatkan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki," kata WHO.

Selain Eropa dan Amerika Utara, negara Argentina, Australia, Maroko, dan Uni Emirat Arab ikut mencatat wabah cacar monyet, tetapi masing-masing baru mencatat satu kasus. Satu kasus cacar monyet di negara non-endemik dianggap sebagai wabah.

Lantas, cacar monyet seperti apa sih gejalanya? Simak informasi berikut

Gejala cacar monyet

Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dr Mohammad Syahril mengungkapkan masa inkubasi virus cacar monyet adalah 6-18 hari. Namun, di beberapa kasus, inkubasi bisa membutuhkan waktu sekitar 21 hari.

Adapun gejala awal virus cacar monyet, seperti:

  • Demam 38 derajat
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, di badan, hingga selangkangan
  • Sakit kepala luar biasa

"(Inkubasi) biasanya 6-18 hari, tapi ada juga yang sampai 21 hari. Ini yang perlu diketahui, gejalanya ada dua tahapan. Yang pertama gejala awal atau fase prodromal ini 1-3 hari. Tandanya pertama demam tinggi, jadi demamnya di atas 38 derajat, kemudian sakit kepala luar biasa," terangnya dalam konferensi pers virtual 'Kasus Hepatitis Akut dan Cacar Monyet di Indonesia', Selasa (24/5/2022).

"Ini yang menjadi pembeda dengan cacar lain yaitu adanya pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening di leher, di ketika, ke badan, ini di selangkangan bisa terjadi. Itu 1-3 hari setelah terinfeksi ya," sambung Syahril.

Gejala infeksius virus cacar monyet

Sedangkan gejala virus cacar monyet yang sangat infeksius biasanya akan muncul ruam-ruam yang dimulai dari muka, kemudian menyebar ke badan dan tangan.

"Kalau berlanjut, disebut pasien erupsi. Ini paling infeksius atau paling menular, itu timbul ruam-ruam atau lesi, cacar begitulah di kulit terutama di muka. Dimulai dari muka, kemudian menyebar ke badan, dan juga ke tangan. Ini yang menjadi ciri khas cacar ini dan ini sangat infeksius. Diperlukan sampai tiga minggu," bebernya.

Meskipun demikian, ruam-ruam tersebut akan sembuh dengan sendirinya. Walaupun memang, pasien cacar monyet berusia lanjut dan pengidap komorbid memerlukan perhatian khusus jika terpapar virus cacar monyet.

"Ini bisa sembuh sendiri dengan ditandai rontoknya ruam-ruam tadi lesi-lesi tadi dan sebagian menimbulkan bekas seperti bopeng, tapi tadi sembuh sendiri. Tetapi walaupun sembuh sendiri, perlu kehati-hatian bagi orang dengan risiko tinggi. Contohnya usia lanjut, kemudian dengan komorbid," pungkas Syahril.



Simak Video "Kenali Gejala Awal Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT