Nah Loh, Jalan Lambat Bisa Jadi Tanda Awal Orang Pikun

ADVERTISEMENT

Nah Loh, Jalan Lambat Bisa Jadi Tanda Awal Orang Pikun

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Senin, 06 Jun 2022 18:01 WIB
Makanan Berlemak dan Alkohol Bisa Cepat Pikun
Foto: Getty Images/iStockphoto/coldsnowstorm
Jakarta -

Seiring pertambahan usia, cara berjalan akan terlihat lebih lambat. Kondisi ini menjadi salah satu peringatan adanya peningkatan kelemahan pada tubuh.

Penelitian terbaru yang dilakukan National Institute on Aging di Amerika Serikat menemukan bahwa gaya berjalan yang lambat dari tahun ke tahun, mungkin bisa menjadi tanda awal penurunan kognitif. Penurunan kognitif berkaitan dengan kemungkinan terjadinya penyusutan di hipokampus bagian kanan yang merupakan bagian otak yang berhubungan dengan memori.

Dalam penelitian skala besar yang melibatkan sekitar 17.000 orang dewasa berusia 65 tahun, sekitar 5 persen orang yang berjalan lambat menunjukkan tanda-tanda penurunan kondisi mental yang kemungkinan menunjukkan gejala terkena demensia. Hasil studi ini diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open.

"Hasil ini menyoroti pentingnya gaya berjalan dalam penelitian risiko demensia," ungkap penulis terkait Taya Collyer, seorang peneliti di Peninsula Clinical School at Monash University Australia.

Studi tersebut diikuti oleh sekelompok orang Amerika di atas 65 tahun dan sekelompok orang Australia di atas 70 tahun selama tujuh tahun, meminta para partisipan mengikuti dua tes kognitif. Tes pertama dilakukan untuk mengukur penurunan kognitif secara keseluruhan, pengecekkan fungsi memori, kecepatan memproses sesuatu, dan kelancaran verbal.

Kemudian tes kedua yakni setiap dua kali tiap tahunnya, para partisipan diminta berjalan sekitar 3 meter. Kedua hasil tersebut kemudian diteliti untuk menentukan gaya berjalan partisipan.

Pada akhir penelitian, ditemukan bahwa risiko demensia tertinggi adalah pada kelompok orang yang menunjukkan gaya berjalan lebih lambat dan mengalami penurunan kognitif.

"Orang yang mengalami penurunan ganda memiliki risiko demensia lebih tinggi daripada mereka yang hanya memiliki masalah gaya berjalan lambat atau penurunan kognitif saja," tulis dr Joe Verghese, seorang profesor geriatri dan neurologi di Einstein College of Medicine.

Namun, penelitian tersebut belum bisa dijadikan pedoman pasti bahwa seseorang yang berjalan lambat akan menderita demensia di kemudian hari.



Simak Video "Pola Hidup Pandemi Ganggu Kecerdasan dan Daya Ingat"
[Gambas:Video 20detik]
(any/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT