ADVERTISEMENT

Jumat, 10 Jun 2022 16:26 WIB

Terungkap Kronologi Empat Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk Indonesia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vakinasi massal lanjutan atau dosis ketiga mulai gencar dilakukan. Salah satunya di Kota Bekasi, tepatnya di Stadion Patriot Candrabhaga. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mengkonfirmasi adanya empat pasien yang terpapar subvarian Omicron baru BA.4 dan BA.5. Keempat kasus tersebut sudah divaksinasi lengkap, bahkan ada yang sudah mendapatkan 4 dosis vaksin COVID-19.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengungkap satu di antaranya terpapar subvarian Omicron BA.4, sementara sisanya terpapar subvarian Omicron BA.5. Dari empat pasien, terdiri dari satu WNI dan tiga WNA yang merupakan delegasi yang melakukan perjalanan di Bali.

"Ada empat kasus yang subvarian baru yaitu BA.4 dan BA.5. Ada satu yang BA.4 dan tiga orang itu BA.5," kata Syahril dalam konferensi pers, Jumat (10/6/2022).

Berikut kronologi keempat pasien subvarian baru BA.4 dan BA.5 :

Kasus 1

Syahril mengatakan pasien tersebut merupakan seorang pria WNI berusia 27 tahun. Pasien tersebut terinfeksi subvarian Omicron baru BA.4.

Pasien tiba di Bali pada tanggal 24 Mei 2022 dan melakukan tes PCR, namun hasilnya positif. Diketahui pasien tersebut tidak bergejala dan diarahkan untuk isolasi mandiri di Hotel Amaris Nusa Dua.

"Kemudian pada 25 Mei di monitoring, ternyata tidak ada kontak erat di hotel. Pasien ini sudah vaksinasi dua kali (vaksin Pfizer)," terangnya.

Kemudian, pada 28 Mei spesimen pasien dikirim ke BKPK Jakarta untuk dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS). Hingga pada 9 Juni, hasil pemeriksaan keluar dan menyatakan positif subvarian Omicron BA.4.

Kasus 2

Di kasus kedua, pasien merupakan pria WNA berusia 45 tahun yang tiba di Bali pada 20 Mei 2022. Pasien ini bersama dua lainnya adalah perwakilan delegasi yang mengikuti acara pertemuan Disaster Plan di Bali.

Pada 22 Mei, pasien tersebut menjalani tes swab antigen dan dilanjutkan dengan tes PCR. Keduanya menunjukkan hasil positif. Syahril mengatakan pasien ini memiliki kontak erat dengan staf hotel dan sudah divaksinasi tiga kali (vaksin Johnson).

"Ini ada 8 kontak erat. Pada 24 Mei ini, kita lakukan swab dan pemeriksaan PCR hasilnya negatif. Jadi, spesimen kontak erat yang merupakan staf hotel ini tidak dikirim ke WGS," jelas Syahril.

Setelah itu, spesimen dari pasien kedua ini dikirim ke BKPK Jakarta untuk pemeriksaan WGS pada 28 Mei. Hasilnya, pasien tersebut positif terinfeksi subvarian Omicron BA.5.

NEXT: Kasus 3 dan Kasus 4

Kasus 3

Kasus ketiga merupakan pria WNA berusia 57 tahun yang tiba di Bali pada 23 Mei 2022. Ia langsung menuju ke lokasi swab PCR dan check in di Hotel Hilton Nusa Dua.

Pada 24 Mei, hasil PCR pasien tersebut negatif dan lanjut mengikuti pertemuan. Namun, pada 26 Mei hasil swab PCR positif dan langsung menjalani isolasi mandiri di Hotel Hilton Nusa Dua.

"Kemudian pada tanggal 27 Mei dilakukan tracing pada 15 staf hotel dan langsung juga dilakukan swab PCR, dan hasilnya negatif," bebernya.

"Pasien ini sudah vaksinasi 4 kali (Pfizer). Nah, ini sakitnya ringan seperti tenggorokan sakit dan badan pegal-pegal," lanjut Syahril.

Kemudian, spesimen pasien dikirim ke BKPK untuk dilakukan pemeriksaan WGS. Hasilnya ia dipastikan terinfeksi subvarian Omicron BA.5.

Kasus 4

Pasien keempat ini adalah seorang pria WNA berusia 34 tahun tiba di Bali pada 23 Mei 2022. Pada 24 Mei, ia menjalani tes PCR yang hasilnya negatif, dan mengikuti pertemuan tersebut.

Namun, pada 26 Mei hasil swab PCR pasien positif dan langsung diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri di Bali Relaxing Resort and SPA Benoa.

"Pasien ini tidak ada kontak erat. Status vaksinasi sudah 3 kali (AstraZeneca, AstraZeneca, Johnson), dan kondisinya baik tanpa gejala," jelas Syahril.

Spesimen pasien dikirim ke BKPK pada 28 Mei untuk dilakukan pemeriksaan WGS. Hasilnya, pada 9 Juni pasien dinyatakan terinfeksi subvarian Omicron BA.5.



Simak Video "Jangan Euforia Dulu! Epidemiolog Minta Waspada soal BA.2"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT