ADVERTISEMENT

Senin, 13 Jun 2022 05:30 WIB

Bali-DKI Sudah Kemasukan BA.4 dan BA.5, Ini Imbauan Dokter Paru Indonesia

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sebanyak 17 murid SMAN 2 Bantul, DIY, terkonfirmasi positif COVID-19. Pihak sekolah pun menggelar swab massal kepada guru dan siswa. Ilustrasi COVID-19 (Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta -

Indonesia melaporkan sudah ada 8 temuan kasus Omicron subvarian BA.4 dan BA.5. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengingatkan lagi pentingnya protokol kesehatan.

Di tengah semakin dilonggarkannya berbagai pembatasan, jumlah kasus harian COVID-19 di Indonesia terpantau mengalami kenaikan. Meski tipis, tren ini menjadi sorotan karena dibarengi dengan terkonfirmasinya 8 kasus subvarian BA.4 dan BA.5.

"Kita ketahui bahwa BA.4 dan BA.5 ini di berbagai belahan dunia menjadi salah satu yang menyebabkan terjadinya kenaikan kasus di negara-negara tersebut," kata Dr dr Agus Dwi Susanto, Ketua Umum PDPI, dalam webinar, Minggu (12/6/2022).

Singapura dan Amerika Serikat, menurut dr Agus termasuk negara yang mengalami peningkatan kasus COVID-19 akibat subvarian BA.4 dan BA.5. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya melakukan upaya pencegahan.

"Dari berbagai aspek, tentu pencegahan terjadinya penularan dari COVID varian apapun, tetap harus menjadi perhatian yaitu melakukan protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh masyarakat," pesan dr Agus.

NEXT: Rincian kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia dan gejalanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "WHO: 110 Negara Alami Lonjakan Covid-19 Akibat BA.4 dan BA.5"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT