ADVERTISEMENT

Senin, 13 Jun 2022 07:01 WIB

Teka-teki COVID-19 RI Ngegas Lagi, Efek Libur Lebaran atau Varian Baru?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Anggota Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan disinfeksi di kawasan padat penduduk Tanah Tinggi, Jakarta, Sabtu (5/2/2022). Penyemprotan cairan disinfektan dilaksanakan untuk mengantisipasi penyebaran dan mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa. COVID-19 ngegas lagi (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Dalam beberapa hari terakhir, kasus COVID-19 di Indonesia kembali meningkat ke level di atas 500 per hari. Kondisi ini terjadi secara bersamaan dengan penemuan kasus Omicron BA.4 serta BA.5 di Bali dan Jakarta yang total kini ada delapan kasus.

Banyak pihak yang berpendapat, peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia terjadi bersangkutan dengan efek libur Lebaran 2022.

Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, dr Andani Eka Putra menjelaskan bahwa peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia kerap disebabkan oleh munculnya varian baru yang mudah menginfeksi, bukan karena tinggi mobilitas masyarakat.

"Sebenarnya peningkatan kasus faktor yang paling dominan itu munculnya varian yang sangat infeksius bukan karena mobilitas. Sepanjang tidak ada varian (baru), tidak terjadi ledakan," kata dr Andani dalam diskusi daring, Minggu (12/6/2022).

Berdasarkan penjelasan dr Andani, kondisi tersebut dapat dilihat saat pasca Idul Adha 2020. Ketika itu, tidak terjadi peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia yang signifikan karena tidak ditemukan varian baru. Kala itu, varian COVID-19 yang ada di Indonesia hanya varian asli Wuhan dan B1466.2.

Kemudian terjadi peningkatan kasus pada Idul Fitri 2021, Indonesia menemukan kasus varian Delta. Pada tahun yang sama, terjadi peningkatan kasus Corona pada libur Natal dan Tahun Baru.

"Pada Idul Fitri 2021 itu kita menemukan Delta, Delta menyebabkan peningkatan kasus. Kemudian pada Nataru 2021 kembali terjadi peningkatan karena kita menemukan Omicron," jelasnya.

NEXT: Pengaruh masuknya subvarian BA.4 dan BA.5 ke Indonesia?

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT