ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Jun 2022 05:00 WIB

Round Up

Wanti-wanti Kemenkes: COVID Ngegas di 6 Provinsi, Juli Puncak BA.4 dan BA.5

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mewanti-wanti puncak kenaikan kasus COVID-19 akibat subvarian BA.4 dan BA.5 terjadi bulan Juli. Kabar baiknya, diperkirakan tidak akan setinggi gelombang Delta dan Omicron.

Wanti-wanti terkait kemungkinan adanya kenaikan kasus disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, sejumlah negara telah bersiap menghadapi gelombang baru kenaikan kasus COVID-19.

"Pengamatan kami, gelombang BA.4 BA.5 biasanya puncaknya tercapai satu bulan sesudah penemuan kasus pertama. Jadi harusnya di minggu kedua Juli, minggu ketiga Juli, kita akan lihat puncak kasus BA.4 BA.5 ini," katanya dalam konferensi pers, Senin (13/6/2022).

"Kalau memang benar-benar masyarakat kita siap, termasuk dengan boosternya yang baik, kemungkinan besar puncaknya tidak akan tinggi," lanjutnya.

Jika bisa diantisipasi dengan baik, Menkes meyakini Indonesia akan menjadi negara pertama yang dalam 12 bulan tidak mengalami lonjakan kasus. Kalaupun jumlah kasus meningkat, ia memperkirakan lonjakan hanya sepertiga dari yang terjadi pada puncak gelombang Delta dan Omicron.

"Kasus hospitalisasinya juga sepertiga dari kasus hospotalisasi delta dan Omicron. Sedangkan kasus kematiannya sepersepuluh dari kasus kematian di Delta dan Omicron," kata Menkes.

Mengutip pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menkes mengingatkan untuk segera mendapatkan vaksin booster. Menurutnya, booster akan memberi kekebalan lebih lama hingga sekitar Februari 2023.

NEXT: COVID-19 ngegas di 6 provinsi.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT