ADVERTISEMENT

Selasa, 14 Jun 2022 18:00 WIB

Gara-gara Omicron BA.4-BA.5, Masker Diperketat Lagi? Ini Respons Satgas

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah warga beraktivitas di kawasan Jakarta, Kamis (19/5) dan Jumat (20/5). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kebijakan terkait pelonggaran penggunaan masker. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diperbolehkan tidak memakai masker. Masker bakal diperketat lagi? (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menekankan hingga kini sudah ada delapan kasus subvarian Omicron baru BA.4 dan BA.5. Kedua varian tersebut belakangan memicu lonjakan hingga gelombang kasus baru di sejumlah negara.

Indonesia juga mencatat kenaikan kasus COVID-19 lebih dari sepekan terakhir. Catatan Satgas menunjukkan peningkatan dari semula akhir Mei kasus mingguan berada di 1.800 kasus, kini per Senin (13/6) meningkat hingga 3.600 kasus.

Lonjakan juga terlihat di laporan kasus aktif yakni dari 2.900 kasus di akhir Mei, per Senin (13/6) mencapai 4.900 pasien, nyaris lima ribu kasus. Akankah aturan wajib masker diperketat kembali?

"Pada prinsipnya munculnya varian-varian baru di negara-negara tidak bisa kita hindarkan, namun bisa kita cegah penyebarannya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)," kata Prof Wiku dalam konferensi pers BNPB, Selasa (14/6/2022).

"Surveilans epidemiologi akan terus dilakukan oleh pemerintah untuk memantau perkembangan varian sekaligus melakukan analisis varian baru dari berbagai negara, untuk kedepannya dapat mengambil kebijakan yang tepat," sambung dia.

Pemerintah hingga kini belum memperketat relaksasi aturan COVID-19 termasuk kebijakan bolehnya melepas masker di luar ruangan dengan syarat menghindari kerumunan. Namun, masyarakat diimbau untuk segera melengkapi vaksinasi COVID-19, ditambah dengan dosis booster.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT