ADVERTISEMENT

Kamis, 16 Jun 2022 12:49 WIB

Updated

Mohon Perhatian! 5 Provinsi Ini Diawasi Kemenkes Terkait Omicron BA.4-BA.5

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Omicron di Indonesia. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengungkap ada lima provinsi yang diawasi pemerintah. Hal ini berkaitan dengan munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Kedua Omicron baru tersebut diyakini menjadi pemicu melonjaknya kasus COVID-19 lantaran Corona di Indonesia beberapa pekan belakangan kembali merangkak naik. BA.4 dan BA.5 juga diprediksi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bakal memuncak di Juli mendatang, perkiraan kasus harian mencapai 20 ribu orang.

Provinsi yang diawasi Kemenkes RI bakal melakukan deteksi menyeluruh whole genome sequencing seluruh kasus COVID-19. Menurut Syahril, ini untuk melihat seberapa jauh penyebaran Omicron BA.4 dan BA.5 di provinsi dengan catatan kasus COVID-19 paling tinggi.

"Dan untuk whole genome sequencing itu diambil oleh pemerintah, Kemenkes, untuk memberikan suatu deteksi menyeluruh, terutama pada lima provinsi dengan tingkat kasus tinggi," kata Syahril dalam agenda daring Kamis (16/6/2022).

"DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, itu dilakukan WGS untuk memastikan apakah saat ini pasien-pasien itu juga semuanya subvarian BA.4 atau belum, atau masih campuran," sambung dia.

Syahril belum merinci berapa lama hasil WGS diperkirakan keluar, tetapi berdasarkan tes lab WGS umumnya diperlukan kurang lebih dua minggu.

"Jadi kita masih menunggu kajian pasien-pasien yang tadi COVID-19, apakah masuk subvarian BA.4 atau BA.5," tandasnya.

Simak Video 'Menkes Prediksi Puncak BA.4 dan BA.5 Capai 20 Ribu Kasus Per Hari':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT