Kamis, 16 Jun 2022 14:00 WIB

Nasib Transisi COVID-19 RI ke Endemi Usai 'Kemasukan' Omicron BA.4 dan BA.5

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: dok detikcom
Jakarta -

Kemunculan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 baru-baru ini dipercaya menjadi salah satu penyebab melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia. Per Rabu (15/6/2022), kasus COVID-19 baru yang dilaporkan mencapai 1.242 kasus.

Kenaikan kasus ini terjadi saat Indonesia tengah memasuki masa transisi ke endemi. Jika kenaikan kasus akibat masuknya varian baru ini terus terjadi, apakah status pandemi akan kembali diperpanjang?

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan sampai saat ini Indonesia masih berada di status pandemi terkendali. dr Syahril menyebutkan ada beberapa indikator yang menyatakan pandemi terkendali, yakni:

  • Angka laju penularan di bawah 1 persen
  • Angka positivity rate di bawah 5 persen
  • Angka kematian di bawah 3 persen
  • Hospitalisasi di bawah 5 persen

"Indikator-indikator ini menyatakan bahwa kita ada dalam masa terkendali. Untuk melakukan evaluasinya, tidak cukup hanya dengan satu indikator. Contohnya terjadi kenaikan kasus atau penambahan kasus," jelas dr Syahril dalam agenda daring Kamis (16/6/2022).

"Tetapi, kalau positivity ratenya, angka kematian, atau hospitalisasinya masih di bawah itu kita tetap menyebutnya dalam masa terkendali," lanjutnya.

Untuk mempertahankan status terkendali ini, dr Syahril berharap masyarakat dan pemerintah bisa berperan dalam pencegahan serta pengendalian COVID-19. Jika ini bisa terkendali, masa transisi bisa dilewati dengan baik.

"Dan Insha Allah, dalam masa transisi ini kita lewati juga sesuai dengan yang kita harapkan bersama," pungkasnya.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)