ADVERTISEMENT

Jumat, 17 Jun 2022 14:37 WIB

Waspada! Gangguan Pendengaran Bisa Terjadi di Segala Usia

Sponsored - detikHealth
Ilustrasi Gangguan Pendengaran Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Banyak yang beranggapan gangguan pendengaran hanya terjadi pada orang di usia lanjut saja. Padahal faktanya, masalah pada pendengaran bisa dialami semua usia, mulai dari bayi, anak, dewasa, dan usia tua. Faktor penyebabnya beragam, bis jadi karena infeksi, faktor kongenital, paparan suara bising dan keras dalam waktu yang lama, tumor, maupun penyakit degeneratif.

Untuk diketahui, gangguan pendengaran adalah istilah untuk semua kondisi dan penyakit yang menyebabkan menghambat proses mendengar seseorang. Hal tersebut mengakibatkan bagian dari telinga yang terganggu, baik pada telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam, yakni rumah siput (koklea) dan sistem saraf pendengaran.

Berdasarkan kondisinya ada 3 tipe gangguan pendengaran yang dapat terjadi. Pertama, gangguan pendengaran konduktif di mana kelainan terjadi pada telinga luar, seperti penumpukan kotoran telinga dan infeksi, serta kelainan pada telinga tengah, seperti infeksi maupun lubang pada gendang telinga).

Kedua, gangguan pendengaran sensorineural di mana kelainan terjadi pada telinga bagian dalam lebih tepatnya pada ujung saraf pendengaran pada rumah siput (koklea) di telinga bagian dalam yang terhubung ke otak). Yang ketiga, gangguan pendengaran campuran (kombinasi dari gangguan pendengaran konduksi dan sensorineural).

Jika seseorang mengalami gangguan pendengaran, ia akan mulai merasa kesulitan mendengar perkataan orang lain. Gejala lainnya, ia mungkin akan sering meminta orang lain untuk mengulang pembicaraan dan berbicara lebih keras. Selain itu juga mengalami kondisi telinga berdenging atau tinnitus, yang kadang bisa disertai dengan keluarnya cairan dari telinga (otore).

Jika kondisinya sudah seperti ini, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan saran dari Konsultan Neurologi Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher Mayapada Hospital Surabaya dr. Haris Mayagung Ekorini, Sp.THT-KL (K).

"Lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala di atas, terutama ketika gangguan pendengaran tersebut mengganggu kegiatan sehari-hari. Segera temui dokter bila mendadak tidak bisa mendengar apa pun," kata dr. Haris.

Sebagaimana yang dijelaskan di awal, gangguan pendengaran tidak hanya terjadi pada mereka yang sudah di usia lanjut saja. Tetapi bisa juga terjadi pada orang-orang yang masih di usia produktif, anak-anak, bahkan bayi. Menurut data National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), ada 3 dari 1.000 bayi baru lahir yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga berat, meski gejalanya mungkin berbeda dengan orang dewasa.

"Gejala gangguan pendengaran pada bayi dan anak-anak dapat berbeda dengan orang dewasa. Ketika anak seperti tidak kaget saat mendengar suara nyaring, lambat saat belajar bicara atau tidak jelas saat berbicara, dan tidak mendengar atau menoleh ketika namanya dipanggil. Gejala tersebut bisa merupakan gangguan pendengaran. Segera konsultasikan anak Anda ketika tanda-tanda tersebut terjadi untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut," kata Konsultan Otologi, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr. Diana Rosalina, Sp.THT-KL(K).

Untuk bisa lebih diwaspadai, gangguan pendengaran bisa terjadi dikarenakan faktor genetik, komplikasi dan faktor eksternal. Hal ini sejalan dengan yang juga telah disampaikan oleh Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher Mayapada Hospital Bogor BMC dr. Anantha Sena, Fellow Otologi Sp.THT-KL.

"Gangguan pendengaran dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti penuaan, genetik, paparan suara keras, beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, stroke, tumor dan cedera otak. Serta infeksi selama kehamilan seperti TORCH yang dapat memicu terjadinya kelainan bawaan gangguan pendengaran pada bayi," terangnya.

Penanganan khusus gangguan pendengaran untuk anak-anak atau bayi, saat ini sudah bisa segera dideteksi. Skrining pendengaran bayi baru lahir (newborn hearing screening) adalah suatu program untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir. Penanganan ini sejalan dengan perkembangan teknologi, mulai dari skrining otoacoustic emission (OAE), automated auditory brainstem response (AABR), auditory brainstem response (ABR) dan auditory steady state response (ASSR). Dengan kata lain, saat ini skrining pendengaran pada bayi sudah menjadi program yang realistis. Sehingga, setiap gangguan pendengaran dengan tipe yang berbeda, dapat ditangani dengan tahapan yang berbeda pula sesuai kebutuhannya.

"Tujuan pengobatan gangguan pendengaran adalah untuk mengatasi penyebab yang mendasari dan mencegah perburukan gangguan yang terjadi. Pada gangguan sensorineural akibat proses penuaan, rehabilitasi pendengaran bertujuan untuk membantu kemampuan pasien untuk mendengar dengan alat bantu dengar (ABD) serta membantu pasien untuk beradaptasi. Pada gangguan pendengaran tipe konduktif umumnya dapat disembuhkan dengan pengobatan maupun tindakan pembedahan,"kata Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher Mayapada Hospital Tangerang dr. Alexander Nur Ilhami, Sp.THT-KL.

Fakta lain yang juga perlu diketahui, beberapa penyebab gangguan pendengaran tipe konduktif yang dapat diatasi dengan pembedahan, termasuk kelainan pada gendang telinga maupun tulang pendengaran (ossicles).

"Timpanoplasti adalah prosedur operasi untuk memperbaiki gendang telinga. Tujuan timpanoplasti adalah untuk memperbaiki lubang atau kelainan pada gendang telinga. Selain itu, operasi ini juga dapat bertujuan untuk memperbaiki fungsi pendengaran dan mencegah infeksi telinga tengah," kata Fellow Otologi, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher Mayapada Hospital Kuningan dr. Ayu Astria, Sp.THT-KL.

Untuk membantu berbagai macam kondisi gangguan pendengaran yang dialami pasien, THT Center Mayapada Hospital menyediakan layanan skrining pendengaran pada bayi, diagnostik, dan perawatan end-to-end yang ditunjang oleh dokter spesialis THT dan konsultan untuk penyakit dan kondisi yang berhubungan dengan telinga, hidung, dan tenggorok pada anak-anak dan dewasa.

Selain itu, Layanan THT Center Mayapada Hospital juga menyediakan konsultasi, perawatan hingga tindakan operasi dengan tindakan advanced oleh tenaga medis profesional yang terlatih dan ahli di bidangnya masing-masing. Lebih lanjut, anda bisa langsung mengunjungi Rumah Sakit Mayapada terdekat atau klik pada link: Mayapada Hospital | Ask Doctor untuk bisa berkonsultasi langsung dengan dokter terkait.

(Content Promotion/Mayapada Hospital)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT