ADVERTISEMENT

Minggu, 19 Jun 2022 20:06 WIB

Round Up

COVID-19 Masih Ngegas! Puncak BA.4-BA.5 Diprediksi Juli, Bisa 20 Ribu Kasus

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vakinasi massal lanjutan atau dosis ketiga mulai gencar dilakukan. Salah satunya di Kota Bekasi, tepatnya di Stadion Patriot Candrabhaga. Ilustrasi prediksi puncak subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indonesia kini diterpa kenaikan kasus COVID-19 imbas subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Sejumlah pihak memprediksi, puncak gelombang Corona kali ini tak bakal separah gelombang varian Corona sebelumnya yakni imbas varian Delta dan varian Omicron.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, kasus pada puncak BA.4 dan BA.5 kali ini akan sebanyak sepertiga dari puncak Delta dan Omicron.

"Memang di beberapa negara dunia mengalami kenaikan kasus dan konsisten penyebabnya adalah varian baru BA.4 dan BA.5. Kami juga mengamati khususnya di Afrika Selatan di mana varian BA.4 dan BA.5 ini pertama kali teridentifikasi dan hasil pengamatan kami bahwa puncak dari penularan varian BA.4 dan BA.5 ini sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron," ujarnya dalam siaran langsung 'Keterangan Pers Menteri Terkait Rapat Terbatas Evaluasi PPKM', Senin (13/6/2022).

"Kasus hospitalisasinya juga sepertiga dari kasus hospitalisasi Delta dan Omicron. Sedangkan kasus kematiannya sepersepuluh dari kasus kematian Delta dan Omicron," sambung Menkes.

Diprediksi Puncaknya Juli

Lebih lanjut menurut Menkes, mengacu pada pengalaman sebelumnya, puncak kasus COVID-19 terjadi sebulan setelah kasus varian baru pertama ditemukan. Walhasil ia memprediksi, puncak gelombang BA.4 dan BA.5 bakal tiba di pekan kedua atau ketiga Juli 2022.

"Pengamatan kami ini gelombang BA.4 dan BA.5 biasanya puncaknya tercapai 1 bulan setelah penemuan kasus pertama. Jadi seharusnya di minggu kedua Juli, minggu ketiga Juli kita akan lihat puncak kasus dari BA.4 dan BA.5 ini," paparnya.

"Kalau memang masyarakat kita siap termasuk dengan boosternya yang baik, kemungkinan besar puncaknya tidak akan tinggi. Ditambah dengan adanya booster ini, daya tahan imunitas masyarakat akan bertahan 6 bulan lagi sampai bulan Februari-maret tahun depan," pungkas Menkes.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT