ADVERTISEMENT

Selasa, 21 Jun 2022 15:34 WIB

FDSP Wadahi Dokter yang 'Takut Dipecat' Jika Bersuara, IDI Angkat Bicara

Vidya Pinandhita - detikHealth
Profile Ketua IDI dr. Adib Khumaidi, SpOT. saat rapat dengar pendapat di DPR RI FDSP wadahi dokter yang 'takut dipecat' jika bersuara, IDI angkat bicara (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Muncul Forum Dokter Susah Praktik (FDSP), diperkenalkan sebagai forum yang mewadahi suara dan aspirasi para dokter. Dalam pertemuan dengan Komisi IX DPR RI dengan Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB), Senin (20/6/2022), FDSP menyampaikan sejumlah keluhan terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Seperti apa tanggapan IDI?

"Pada prinsipnya, dalam iklim demokrasi sah-sah saja dan sudah sewajarnya kalaupun artinya legislatif juga menerima masukan dari masyarakat itu kan wajar-wajar saja," ujar Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI dr Adib Khumaidi saat ditemui detikcom di Sekretariat PB IDI Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2022).

"Tapi perlu saya sampaikan juga bahwa di dalam upaya saat ini dengan kondisi dinamika terjadi di kedokteran, dinamika kesehatan, tentunya kita juga menghindari dan berharap tidak ada kelompok-kelompok yang mengambil situasi ini untuk kepentingan tertentu," sambungnya.

Lebih lanjut dr Adib berharap, dengan dinamika di ranah kesehatan kini, para dokter anggota IDI bisa terus berfokus pada pengabdian dan pelayanan terhadap masyarakat.

Salah satu keluhan FDSP adalah sulitnya para dokter beroleh rekomendasi izin praktik. dr Adib menyebut, rekomendasi tersebut tak sepenuhnya wewenang IDI, melainkan Dinas Kesehatan dan Konsil Kedokteran.

"Ada Forum Dokter Susah Praktik (FDSP). Apakah dia yang hadir di sana merepresentasikan? Karena saya ingin sampaikan, problematika praktik kedokteran, rekomendasi bukan hanya IDI," beber dr Adib.

"Ada kewenangan dari Dinas Kesehatan. Kan SIP dari Dinas Kesehatan. Ada masalah penerbitan STR, yang itu dari konsil kedokteran. Kami hanya bagian kecil saja untuk memberikan rekomendasi," sambungnya.

NEXT: Forum Dokter Susah Praktik Singgung Dokter Takut Bersuara


Koordinator FDSP, dr Yenni Tan, MARS, menyebut FDSP dibentuk berangkat dari ketakutan para dokter untuk bersuara lantaran khawatir akan dipecat IDI. Walhasil, forum ini dibuat secara spontan untuk mendampingi para dokter muda.

"Jadi ini bukan organisasi yah, kita forum spontan baru terbentuk untuk menyuarakan keresahan aspirasi dokter-dokter yang STR-nya mati tapi dipersulit, dan diaspora (dokter lulusan luar negeri/dari luar negeri) yang dipersulit buat adaptasi," ujar dr Yenni kepada detikcom, Senin (20/6).

"Jadi ini forum spontanitas, karena banyak yang tak berani bersuara takut dipecat IDI. Untungnya ada anak-anak muda dokter diaspora yang mau datang bersuara, saya mendampingi," pungkasnya.

(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT