ADVERTISEMENT

Rabu, 22 Jun 2022 06:54 WIB

Istri yang Lahiran, Kenapa Suami Harus Cuti 40 Hari? Begini Menurut BKKBN

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Pregnant belly and a beer belly against each other together close up, holding bellies by both hands side view, couple goals concept. RUU KIA menginisiasi cuti 40 hari bagi suami yang istrinya melahirkan (Foto: Getty Images/iStockphoto/Nilanka Sampath)

"Setelah melahirkan, kalau lahir normal 2-3 hari sudah merasa nyaman memang. Tapi sebetulnya rahimnya masih besar, peluang pendarahan bisa terjadi. Kemudian kecemasan terjadi pasca persalinan, bahkan bisa sampai 10 hari. Jadi sebetulnya istri itu butuh dukungan suami sebaik-baiknya agar kenyamanan terjamin," bebernya.

Menurutnya pertimbangan suami diberikan cuti menemani istri melahirkan ini sudah tepat berdasarkan kondisi biologis yang akan dialami istri setelah melahirkan.

"Secara biologis memang seperti itu, kalau 40 hari terlalu lama, bisa 2 minggu sebelum melahirkan dan sesudah melahirkan," pungkasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT