ADVERTISEMENT

Kamis, 23 Jun 2022 09:34 WIB

Kasus COVID-19 RI Nyaris 2.000, Eks Petinggi WHO Ungkap 5 'Biang Keroknya'

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pemerintah menyebut Indonesia akan menghadapi gelombang varian Omicron baru. Peningkatan kasus Omicron disebut lebih cepat berkembang ketimbang COVID-19 varian Delta. Eks petinggi WHO mengungkap lima biang kerok COVID-19 RI kembali ngegas, nyaris dua ribu kasus per hari. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

5. Kemunculan Varian BA.4 dan BA.5

Selain itu, Prof Tjandra juga mengatakan hal yang kemungkinan memicu melonjaknya kasus COVID-19 akhir-akhir ini adalah kemunculan BA.4 dan BA.5. Meski subvarian Omicron ini secara umum lebih ringan, beberapa negara melaporkan kasus berat akibat varian tersebut.

"Kelima, sudah ada negara yang melaporkan kenaikan kasus berat yang di rawat di rumah sakit," ungkapnya.

"Jadi, walaupun dianggap BA.5 dan BA.4 ini secara umum lebih ringan, tetapi masyarakat yang akhirnya masuk RS harus terjamin perawatannya. Kita juga belum sepenuhnya tahu tentang ada tidaknya, dampak jangka panjang pada ribuan orang yang di bulan Juni ini sudah tertular COVID-19," pungkasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT