ADVERTISEMENT

Kamis, 23 Jun 2022 13:01 WIB

Tren 'Handstand' ala Yoga Viral di Tiktok, Keren atau Malah Bahaya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Sporty yogi girl practices yoga asana, Scorpion Pose Vrischikasana, forearm stand, inverted backbend pose. Penjelasan instruktur yoga perihal dampak tren gerakan 'yoga' ala Tiktok. Foto: Getty Images/iStockphoto/PavelIvanov
Jakarta -

Kini muncul tren gerakan handstand ala yoga di Tiktok. Dalam video yang kini marak beredar, orang-orang berdiri menghadap dinding sembari salah satu kaki diangkat bersandar pada dinding. Tubuh kemudian diputar, tangan diletakan pada lantai, kemudian satu kaki yang lain diangkat sehingga tubuh sepenuhnya bertumpu pada tangan ala pose 'handstand'.

Dalam banyak video yang diunggah warga Tiktok, tagar #yoga disertakan dalam kolom 'caption'. Namun rupanya, instruktur yoga justru menekankan gerakan berputar dalam tren tersebut amat riskan dan berisiko memicu cedera. Mengapa?

"Sangat riskan dan akupun ketika mengajarkan yoga tidak pernah mau mengajarkan gerakan pertama, ketika orang muter. Terutama muter dalam keadaan tidak seimbang, menggunakan satu kaki. Walaupun ada orang bilang kan kakiku satu lagi bersandar di dinding, itu bisa diterima tapi tetap keseimbangan tidak bisa dijaga ya sudah (berisiko cedera)," terang Instruktur yoga Astrid Amalia pada detikcom, Kamis (23/6/2022).

Astrid menjelaskan, dirinya tak mengecam video tren tersebut. Bahkan sebenarnya gerakan handstand dalam tren tersebut memang benar ada di dalam yoga. Namun yang berbahaya adalah adegan memutar tubuh sebagaimana gerakan awal dalam tren tersebut. Risikonya, tak lain cedera hingga patah lutut.

"Secara pandangan publik, memang keren aku harus akui. Keren banget. Tapi kalau dari segi kesehatan, gerakan pertama ketika orang tersebut memutar tubuhnya dengan satu kaki di dinding. Yang aku khawatirkan adalah lututnya. Sudah pasti akan berputar kalau tidak latihan, kalau tidak kuat lututnya pasti akan patah atau terganggu dan tentu berakibat rusak," jelasnya.

"Kedua, ketika melakukan gerakan pertama membutuhkan keseimbangan. Banyak orang tidak seimbang. Kalau tidak seimbang, akan jatuh. Kalau jatuh, cedera," sambung Astrid.

Astrid menyarankan, pun ingin mengunggah video tren tersebut, sertakan catatan pada pengguna media sosial lainnya bahwa gerakan tersebut berisiko dan memerlukan latihan.

"Kalau orang sudah biasa sih nggak apa-apa sebetulnya. Cuma boleh saranku adalah, boleh nggak pelaku berpikir apa akibatnya kepada orang lain. Mungkin perlu dikasih informasi, latihan dulu, sering-sering latihan, saran yang bersahabat," terangnya.

Perihal handstand, Astrid menjelaskan terdapat banyak manfaat. Pasalnya, dengan posisi tangan menopang tubuh, beban pada kaki akan berkurang. Selain itu, sirkulasi darah bisa berefek baik pada kesehatan kepala, area leher, hingga pikiran.

"Handstand itu manfaatnya banyak sekali. Pertama, tidak membiasakan kita berpegang terus pada kaki. Bayangkan kita sehari-hari, berdiri, duduk, itu kaki yang bekerja. Jadi dengan handstand, kita mendidik tubuh kita untuk sekali-kali dengan tangan, menguatkan tangan," terang Astrid.

"Kedua ketika tangan di bawah badannya di atas, coba cek dengan kepalanya. Kepala akan ke bawah kan. Itu di sirkulasi cairan dan darah di otak itu bergerak. Jadi bagus banget untuk kesehatan di kepala, di pikiran, kesehatan di kepala dan leher," pungkasnya.



Simak Video "Menakuti Bocah Pakai Suara 'Cekikikan' Hantu Bisa Timbulkan Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT