ADVERTISEMENT

Jumat, 24 Jun 2022 15:11 WIB

Terungkap, Patogen Terbanyak Ditemukan di Pasien Dugaan Hepatitis Misterius RI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Fever, Close-up medical thermometer, Parent / Father measuring temperature of his ill kid, Asian 3 - 4 years old toddler boy gets high fever lying on bed with cold compress on forehead to cool a fever Foto: Getty Images/iStockphoto/yaoinlove
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI melaporkan total ada 16 kasus probable atau diduga terinfeksi hepatitis akut misterius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini belum mengungkap apa penyebab dari infeksi hepatitis akut misterius.

Meski begitu, pemerintah melakukan tes sequencing di laboratorium untuk menelusuri kemungkinan patogen yang memicu gejala hepatitis akut misterius. Menurut juru bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril, patogen yang paling banyak ditemukan yakni cytomegalovirus (CMV).

"Patogen paling banyak ditemukan pada pasien probable adalah CMV, empat dari 15 pasien diperiksa, 25 persen dari total kasus," beber dr Syahril dalam konferensi pers Jumat (24/6/2022).

"Ada satu pasien positif enterovirus dan satu pasien positif adenovirus," sambung dia, sembari menekankan 9 kasus dari 16 pasien juga dilaporkan terdeteksi famili herpesviridae.

Benarkah CMV Jadi Penyebab Hepatitis Akut Misterius di RI?

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis anak RSCM dr Hanifah Oswari, SpA(K) menyebut ditemukannya CMV dalam kasus anak hepatitis akut misterius bukan berarti menjadikan patogen tersebut penyebab utama hepatitis akut. CMV bisa saja terjadi secara koinfeksi, yakni pasien terpapar dua infeksi atau penyakit.

"Bahwa CMV kita temukan pada 25 persen kasus probable belum berarti bahwa ini penyebabnya, bisa saja ini suatu kejadian yang terjadi bersama-sama, karena biarpun adenovirus dilaporkan di luar negeri, tapi mereka tidak berani menyebutkan adenovirus penyebabnya," sebutnya.

"CMV ini memang cukup banyak pada bayi-bayi kecil, bisa menyebabkan bayi kuning, gangguan di otak, kerusakan di otak, kelainan di mata dan gangguan pendengaran," sambung dia.

dr Hanifah berpesan, CMV kerap menular melalui kontak erat dan cairan tubuh seperti air liur, darah, kotoran tinja, hingga berhubungan seksual.



Simak Video "Kemenkes Sebut Ada 91 Kasus Kumulatif Dugaan Hepatitis Akut di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT