ADVERTISEMENT

Selasa, 28 Jun 2022 20:00 WIB

WHO: 99 Persen Kasus Cacar Monyet Laki-laki, Kebanyakan Gay Usia 30-an

Vidya Pinandhita - detikHealth
WHO Gelar Pertemuan Darurat Setelah 3.200 Lebih Kasus Cacar Monyet Terkonfirmasi Kondisi sebagian besar pasien cacar monyet menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Foto: ABC Australia
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah cacar monyet bukan keadaan darurat global. Namun begitu, pihaknya tetap menyorot cacar monyet sebagai ancaman kesehatan yang terus berkembang.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk meningkatkan pengawasan, pelacakan kontak, dan pengujian agar orang berisiko bisa memiliki akses perawatan memadai. Pasalnya sejak awal Mei, data WHO telah mengidentifikasi setidaknya 3.000 kasus cacar monyet di lebih dari 50 negara.

Meski WHO tidak lagi mengaktifkan tingkat kewaspadaan tertinggi terhadap cacar monyet, Tedros menyorot potensi wabah tersebut menyebar cepat di negara yang sebelumnya tak pernah menemukan kasus cacar monyet. Secara historis, cacar monyet telah menyebar pada tingkat rendah di bagian terpencil Afrika Barat dan Tengah. Namun seiring wabah kini, 84 persen kasus yang dilaporkan di seluruh dunia berada di Eropa.

"Apa yang membuat wabah saat ini paling mengkhawatirkan adalah penyebaran yang cepat dan terus berlanjut ke negara dan wilayah baru," ungkap Tedros dalam siaran pers, dikutip dari CNBC, Selasa (28/6/2022).

"(Disertai) risiko penularan lebih lanjut dan berkelanjutan ke populasi yang rentan termasuk orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan, wanita hamil dan anak-anak," sambungnya.

Diketahui, cacar monyet paling banyak menyebar melalui kontak fisik dekat dengan orang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus cacar monyet seperti pakaian atau sprei yang digunakan bersama-sama. Selain itu, virus bisa menyebar melalui tetesan pernapasan jika orang yang terinfeksi memiliki lesi di tenggorokan atau mulut.

Penularan ini membutuhkan kontak tatap muka secara berkelanjutan lantaran cacar monyet diyakini tidak menular lewat partikel aerosol.

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT