ADVERTISEMENT

Selasa, 28 Jun 2022 20:00 WIB

WHO: 99 Persen Kasus Cacar Monyet Laki-laki, Kebanyakan Gay Usia 30-an

Vidya Pinandhita - detikHealth
WHO Gelar Pertemuan Darurat Setelah 3.200 Lebih Kasus Cacar Monyet Terkonfirmasi Kondisi sebagian besar pasien cacar monyet menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Foto: ABC Australia

Seperti Apa Kondisi Pasien Kebanyakan?

WHO melaporkan, wabah cacar monyet kini paling banyak mempengaruhi pria gay dan biseksual. Terutama, yang melakukan hubungan seks dengan pasangan baru, atau bergonta-ganti pasangan.

Dari 468 pasien cacar monyet yang mengungkapkan informasi demografis, 99 persen di antaranya adalah laki-laki. Sebagian besar dari pasien tersebut diidentifikasi sebagai pria yang berhubungan seks dengan pria dan memiliki usia rata-rata 37 tahun.

Namun seiring itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan siapa pun bisa tertular cacar monyet lewat kontak dekat, terlepas dari orientasi seksual.

Cacar monyet umumnya diawali dengan gejala yang mirip dengan flu seperti demam, sakit kepala, nyeri tubuh, kedinginan, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Kemudian, muncul ruam berbentuk jerawat atau lecet di tubuh. Biasanya, pasien cacar monyet paling menularkan virus ketika sedang mengalami ruam-ruam.

Beberapa pasien pada wabah saat ini juga mengalami ruam pada alat kelamin dan anus sebelum menunjukkan gejala mirip flu. Namun pada sejumlah kasus lainnya, pasien mengalami ruam tanpa gejala mirip flu sama sekali.

telah mengembangkan ruam hanya pada alat kelamin atau anus sebelum menunjukkan gejala seperti flu, bagaimanapun, menunjukkan itu menyebar melalui kontak seksual dalam kasus tersebut, menurut CDC. Dalam kasus lain, pasien mengalami ruam tanpa gejala mirip flu sama sekali.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT