ADVERTISEMENT

Jumat, 01 Jul 2022 16:00 WIB

Pakar Sebut Kemenkes Bisa Terbitkan Aturan Ganja Medis

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Thailand resmi hapus ganja dari daftar obat-obatan terlarang. Thailand juga jadi negara pertama di Asia Tenggara yang legalkan ganja untuk medis dan penelitian. Foto: Getty Images/Lauren DeCicca
Jakarta -

Pakar menilai Kementerian Kesehatan RI berwenang memberikan peraturan izin penggunaan ganja untuk keperluan medis. Hal ini dikarenakan pengkategorian ganja sebagai narkotika golongan I ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI.

"Berarti izin dari jajaran Kementerian Kesehatan," kata ahli hukum narkotika Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, dr Slamet Pribadi, dikutip dari Antara, Jumat (1/6/2022).

Menurut ahli yang sempat menjabat sebagai kepala bagian humas Badan Narkotika Nasional (BNN), UU Nomor 35 2009 tentang Narkotika di pasal 7, mengizinkan penggunaan narkotika untuk pelayanan kesehatan berdasarkan izin atau rekomendasi pihak Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI).

"Jadi narkotika itu boleh digunakan, yang tidak boleh itu disalahgunakan. Khusus untuk ganja (pasal 7 dan 8 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika) kalau memang itu ada manfaat untuk kesehatan, silakan mengajukan izin. Kalau memang untuk medis," katanya.

Ia menilai DPR dan MUI sebaiknya tidak terburu-buru membuat keputusan atau fatwa terkait legalisasi ganja medis. Ia menyarankan perlu pertimbangan panjang terkait penelitian penggunaan ganja.

"Saya berpendapat, bahaya ganja dipakai untuk berkepanjangan itu sangat bahaya. Kalau untuk medis, butuh resep dokter," tuturnya.

Ia melanjutkan, efek dari penggunaan ganja berkepanjangan membuat seseorang ketergantungan dan berisiko terkena masalah seperti keterlambatan berpikir, serta mengurangi sistem imun tubuh pengguna.

"Negara-negara yang sudah melegalkan ganja sudah pusing dengan banyak kecelakaan lalu lintas, persoalan sosial. (Dampak ganja) positifnya ada, tetapi negatifnya lebih banyak," pungkasnya.



Simak Video "Penggunaan Ganja Medis Juga Punya Risiko, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT