ADVERTISEMENT

Rabu, 06 Jul 2022 16:02 WIB

Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 Cenderung Ringan, Tapi Tidak untuk Kelompok Ini

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Presiden Joko Widodo melonggarkan kebijakan penggunaan masker di ruang terbuka. Aturan itu diterapkan karena kasus COVID-19 di Indonesia dinilai semakin membaik Gejala subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 cenderung ringan, tapi tidak untuk kelompok ini. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 menyebar di Indonesia. Gejala yang ditimbulkan disebut cenderung lebih ringan dari varian sebelumnya.

Namun, Ketua Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi dr Erni J Nelwan, SpPD, KPTI, FACP, FINASIM, mengatakan varian baru ini tidak boleh dianggap sepele, terlebih bagi mereka yang mengidap penyakit komorbid.

"Jadi kalau menyerang orang yang daya tahan tubuhnya lemah, punya penyakit gula, itu gula darahnya tidak terkontrol, berakibat ke jantung dan ginjal," ujarnya, dalam live Instagram bersama Kalbe Farma, Selasa (5/7/2022).

"Ini lebih berat ke orang ini, bahkan kalau terinfeksi virus yang ringan," sambung dr Erni.

Berdasarkan data Kemenkes per Senin (4/7), tercatat ada 1.179 kasus varian BA.4 dan BA.5, terdiri dari 1.080 kasus subvarian Omicron BA.5 dan 99 kasus dari subvarian Omicron BA.4.

dr Erni mengatakan salah satu cara melindungi diri dari varian baru COVID-19 selain vaksinasi yakni dengan rutin mengonsumsi vitamin.

"Harus seimbang, kerja, istirahat yang cukup. Harus punya manajemen stres yang oke. Seimbang antara pikiran, fisik, dan psikis," beber dr Erni.



Simak Video "Langkah Indonesia Hadapi Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT