ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Jul 2022 16:00 WIB

Ciri-ciri Omicron BA.4 dan BA.5, Gejala hingga Berapa Lama Sembuh

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Ciri-ciri Omicron BA.4 dan BA.5 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Ada sejumlah ciri-ciri Omicron BA.4 dan BA.5 yang perlu diwaspadai. Kedua subvarian Omicron ini disebut-sebut sebagai 'biang kerok' penyebab kasus COVID-19 di Indonesia naik lagi.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan RI per 2 Juli 2022, kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tercatat sebanyak 1.179 kasus, terdiri dari 1.080 kasus subvarian Omicron BA.5 dan 99 kasus lainnya berasal dari Omicron BA.4.

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril menyebut sudah 87 persen subvarian BA.5 mendominasi kasus COVID-19. Adapun gejala yang ditimbulkan diyakini lebih ringan dibandingkan strain aslinya (BA.1) maupun Delta.

"Dan sebagai informasi, sudah 87 persen BA.5 sudah mendominasi di COVID ini. Jadi sudah bergeser ke subvarian BA.5," tuturnya saat live di Radio Kesehatan Kemenkes RI, Senin (4/7/2022).

"Cuman kabar gembira-nya jadi gejala yang ditimbulkan tidak berat-berat amat dibandingkan dengan Omicron yang lalu, sehingga kalau kita lihat dari data di sini yang sakit sedang itu hanya 8-9 persen, jadi tidak seperti halnya Delta atau Omicron yang lalu," lanjutnya.

Meskipun gejalanya yang ringan, kedua subvarian Omicron ini diyakini lebih menular dibandingkan BA.1 maupun Delta. Itu sebabnya ciri-ciri Omicron BA.4 dan BA.5 perlu diwaspadai. Simak informasi berikut ini.

Ciri-ciri Omicron BA.4 dan BA.5

Berdasarkan data dari Kemenkes RI yang diterima detikcom pada Selasa (5/7), mengacu pada manifestasi klinis per 4 Juli pasien subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, sebagian besar kasus bergejala. Begitu juga sebagian besar pasien sudah menerima vaksin COVID-19 lebih dari dua dosis.

Disebutkan pada kasus infeksi BA.5, sebanyak 566 pasien (52,41 persen) bergejala dan 35 pasien (3,24 persen) tidak bergejala. Sedangkan pada kasus infeksi BA.4, sebanyak 53 pasien (55,18 persen) bergejala dan 1 pasien (3,31 persen) tidak bergejala.

Adapun gejala paling banyak dikeluhkan pasien subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 adalah batuk. Lebih lengkapnya, berikut ciri-ciri gejala Omicron BA.4 dan BA.5.

Ciri-ciri Omicron BA.4

  • Batuk: 35 orang
  • Demam: 21 orang
  • Pilek: 13 orang
  • Nyeri tenggorokan: 11 orang
  • Sakit kepala: 4 orang
  • Sesak napas: 2 orang
  • Pusing: 0
  • Mual/muntah: 0
  • Anosmia: 0

Ciri-ciri Omicron BA.5

  • Batuk: 358 orang
  • Pilek: 250 orang
  • Demam: 237 orang
  • Nyeri tenggorokan: 143 orang
  • Sakit kepala: 55 orang
  • Mual/muntah: 17 orang
  • Pusing: 16 orang
  • Sesak napas: 7 orang
  • Anosmia: 4 orang

Masa Inkubasi Omicron BA.4 dan BA.5

Selain ciri-ciri Omicron BA.4 dan BA.5, masyarakat juga penting untuk tahu masa inkubasi kedua subvarian ini berapa lama sampai timbulnya gejala. Dalam kesempatan yang berbeda, dokter spesialis paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K), menjelaskan masa inkubasi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 hanya membutuhkan satu sampai tiga hari saja untuk timbul gejala.

"Masa inkubasinya cepat 1 sampai 3 hari langsung bergejala, tapi nggak perlu khawatir karena recoverynya (penyembuhan) juga cepat. Para ahli sepakat bahwa laporan-laporan dari berbagai negara gejalanya hampir sama, dianggap lebih menular dari BA.2," kata dr Erlina dalam diskusi daring, Minggu (12/6).

Berapa Lama Sembuh dari Omicron BA.4 dan BA.5?

Menurut dr Erlina, seseorang dinyatakan sembuh apabila hasil tes COVID-19 menunjukan hasil negatif. Ia juga mengungkapkan masa isolasi biasanya sekitar 5 sampai 10 hari.

Apabila masa isolasi telah selesai, seseorang biasanya dianggap sudah sembuh dari COVID-19. Namun, untuk memastikan sudah sembuh atau belum dari virus ini, bisa melakukan tes COVID-19 kembali di fasilitas pelayanan kesehatan.

"Sembuh kalau sudah negatif. Isolasi biasanya 5-10 hari. Setelah isolasi biasanya dianggap sembuh," tuturnya saat dihubungi oleh detikcom, Rabu (6/7).



Simak Video "WHO: 110 Negara Alami Lonjakan Covid-19 Akibat BA.4 dan BA.5"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Adu Perspektif
×
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela
Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela Selengkapnya