ADVERTISEMENT

Rabu, 13 Jul 2022 17:08 WIB

Waspada! Sakit Punggung Bisa Jadi Gejala Tumor Sumsum Tulang Belakang

Sponsored - detikHealth
Ilustrasi Sakit Punggung Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Peka terhadap gejala yang dialami dapat membantu mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan kelangsungan hidup. Sakit punggung misalnya, meski tidak terasa membahayakan rasa sakit tersebut bisa jadi disebabkan oleh tumor sumsum tulang belakang yang harus segera mendapat pengobatan.

Tumor sumsum tulang belakang adalah massa sel abnormal yang tumbuh di sumsum tulang belakang, di antara selubung pelindungnya, atau pada permukaan selubung yang menutupi sumsum tulang belakang.

Tumor sumsum tulang belakang dapat bersifat primer, yaitu berkembang di dalam sumsum tulang belakang atau sekunder, yaitu penyebarannya berasal dari bagian lain ke anggota tubuh lainnya dan biasanya bersifat jinak. Sedangkan tumor ekstramedular dapat mempengaruhi sumsum tulang belakang termasuk meningioma, neurofibroma, schwannoma dan tumor selubung saraf.

Tak hanya mereka yang sudah lanjut usia saja, tumor sumsum tulang belakang primer juga dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia. Namun, penyakit ini cenderung dialami oleh orang dewasa yang masih terbilang muda dan mereka yang sudah di atas 50 tahun.

Sebagian besar tumor sumsum tulang belakang kanker bersifat sekunder, artinya menyebar dari lokasi lain di tubuh. Adapun Metastase atau penyebaran kanker ke otak atau sumsum tulang belakang biasanya berjumlah sekitar 20%, dan paling sering berasal dari kanker paru-paru, prostat atau pun kanker payudara.

Sebagai gambaran, sumsum tulang belakang terletak dan terlindung di dalam tulang belakang (tulang punggung) yang berisi kumpulan saraf, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dokter Spesialis Syaraf dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr. Agus Yudawijaya, SpS., MSi.Med.

"Tumor pada atau dekat sumsum tulang belakang dapat mengganggu komunikasi saraf, fungsi dan secara serius mengancam jiwa dan menyebabkan kecacatan signifikan maupun kelumpuhan permanen bila tidak diobati," imbuhnya.

Untuk memudahkan pasien mengidentifikasi gejala yang dialami dan kondisi terkini, tumor sumsum tulang belakang terbagi pada tiga kelompok utama berdasarkan lokasinya, yaitu:

  • Tumor ekstradural yaitu tumor yang tumbuh di luar dura mater (membran yang melindungi sumsum tulang belakang) dan biasanya berada di tulang yang mengelilingi sumsum tulang belakang. Dengan kata lain, sebagian besar tumor sumsum tulang belakang bersifat ekstradural.
  • Tumor intradural-ekstramedular, yaitu tumor yang tumbuh di luar sumsum tulang belakang dan di dalam dura mater.
  • Tumor intramedular, yakni tumor yang tumbuh tepat di dalam sumsum tulang belakang.

Gejala yang Dialami Pengidap Tumor Sumsum Tulang Belakang

Tumor sumsum tulang belakang umumnya berkembang perlahan dan memburuk seiring waktu. Gejala yang ditimbulkan pun bervariasi tergantung pada lokasinya tumor tumbuh.

Biasanya, gejala muncul ketika tumor menekan sumsum tulang belakang atau saraf. Situasi ini juga dapat membatasi aliran darah ke sumsum tulang belakang. Adapun beberapa gejala umum yang biasanya muncul antara lain:

  • Rasa Nyeri di Punggung yang Berlebihan

Nyeri pada punggung biasanya merupakan gejala yang paling menonjol dengan kualitas nyeri berat atau terbakar. Jadi jika Anda mengalami nyeri punggung yang terasa berlebihan, ada baiknya segera diperiksa secepatnya untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

  • Perubahan Sensorik pada Anggota Tubuh

Perubahan sensorik dapat berupa rasa baal atau mati rasa pada beberapa bagian tubuh. Kondisi ini terjadi, karena tidak tersalurkannya rangsangan pada saraf. Selain itu, bisa juga ditandai dengan kesemutan, penurunan sensitivitas terhadap suhu atau sensasi dingin yang biasanya dirasakan tubuh.

  • Masalah Motorik

Tumor yang menghambat komunikasi saraf dapat menyebabkan gejala terkait otot, seperti kelemahan otot progresif atau hilangnya kendali atas usus atau kandung kemih.

Bagian tubuh yang terkena gejala akan bervariasi tergantung di mana lokasi tumor pada sumsum tulang belakang. Akan tetapi, gejala secara umum terjadi pada bagian tubuh yang berada pada level yang sama dengan atau lebih rendah dari lokasi tumor.

Rangkaian Diagnosis untuk Menentukan Menentukan Kondisi yang Dialami

Jika Anda memiliki salah satu gejala tumor sumsum tulang belakang, dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan dan meninjau riwayat medis Anda.

Adapun pemeriksaan fisik mencakup pemeriksaan neurologis standar, yaitu gerakan mata, refleks mata, dan reaksi pupil, refleks, pendengaran, sensasi, kekuatan, serta keseimbangan dan koordinasi. Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan penunjang radiologis berupa:

  • Computed tomography (CT) scan tulang belakang.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) tulang belakang. Teknik ini dapat memberikan gambar tumor di dekat tulang yang lebih baik daripada CT scan.
  • Myelogram yaitu tes menggunakan sinar-X dan pewarna khusus (bahan kontras) untuk mendapat gambar kanal tulang belakang Anda.
  • Pungsi lumbal, di mana prosedur ini merupakan pengambilan sampel cairan serebrospinal untuk mendeteksi sel-sel abnormal yang bisa menunjukkan adanya tumor sumsum tulang belakang.

Biopsi, untuk memproses sampel tumor dapat diangkat dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mengkonfirmasi diagnosis dan menyingkirkan kondisi lain. Teknik biopsi memerlukan perencanaan dan pencitraan yang cermat (seperti MRI atau CT scan atau keduanya).

Bersambung ke halaman selanjutnya. Langsung klik >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT