Duh! Iklan 'Obat Bius' Juga Bertebaran di Situs Pemerintah

ADVERTISEMENT

Duh! Iklan 'Obat Bius' Juga Bertebaran di Situs Pemerintah

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 15 Jul 2022 14:30 WIB
racun dendam
Viral penjualan 'obat bius', bertebaran di situs pemerintah. (Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Belakangan heboh postingan pemilik akun @ciloqcilik di Twitter soal temuan 'obat bius' yang dijual bebas di lapak online. Ia melampirkan sejumlah screenshot atau tangkapan layar penjulalan 'obat bius' di lapak online.

Berdasarkan penelusuran detikcom, iklan 'obat bius' belakangan malah banyak ditemukan di situs-situs online pemerintah. Misalnya dalam situs keppkn.kemkes.go.id dan mrc.kemenag.go.id.

Dalam situs keppkn.kemkes.go.id atau Komisi Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional (KEPPKN) Kementerian Kesehatan, tercantum nama toko online, kontak yang bisa dihubungi, serta harga dari 'obat bius'. Obat yang dijual adalah 'obat bius' dalam bentuk cair, semprot, serbuk, hingga tablet.

Kisaran harga yang ditawarkan sekitar 400 ribu rupiah per botolnya. Tak hanya itu, dalam laman tersebut dijelaskan asal negara dan cara penggunaan obat tersebut.

Promosi 'obat bius' juga sempat ditemukan di situs mrc.kemenag.go.id atau Madrasah Resource Center Kementerian Agama Republik Indonesia. Namun belakangan, iklan tersebut sudah tidak ditemukan.

Sementara berdasarkan pencarian detikcom di lapak online, sudah tidak ditemukan penjualan 'obat bius' seperti yang viral di media sosial. Temuan tersebut juga menjadi sorotan pakar ahli farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Zullies Ikawati.

Ia menyayangkan banyaknya penjual 'obat bius' menggunakan label situs pemerintah.

"Kalau di e-commerce itu banyak yang udah di-takedown ya, tapi kita googling itu banyak yang jual menyebutkan jual obat bius dan ada nomor WhatsApp-nya, pakai situs pemerintah seperti kemenag.go.id atau kemenkes.go.id," ujar Prof Zullies kepada detikcom, Jumat (15/7/2022).



Simak Video "Viral 'Fetish KTP' Diduga Penipuan, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT