ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Jul 2022 07:30 WIB

Apa Itu Penyakit ISK? Bikin Kalina Oktarani Dikira Kena Penyakit Kelamin Menular

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jakarta -

Kalina Oktarani baru-baru ini disorot publik usai dituding mengidap penyakit menular seksual (PMS). Menanggapi hal tersebut, ia menjelaskan bahwa bukan terkena PMS, melainkan penyakit ISK atau infeksi saluran kemih.

"Infeksi kandung kemih yang saya derita sebenarnya bahaya nggak dok? Karena saya difitnah, infeksi kandung kemih yang saya derita itu katanya penyakit kelamin karena dulunya saya melakukan hal-hal tidak baik...," tanya Kalina Oktarani pada dokternya, dikutip dari Instagramnya.

"Tapi isk bukan infeksi menular seksual ya. Ga menular kok ini," jawab dokter.

Apa itu Penyakit ISK?

Dikutip dari Mayo Clinic, penyakit ISK atau infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang terjadi di seluruh bagian sistem pembuangan air kencing, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, hingga uretra.

Sebagian besar kasus, infeksi ini lebih rentan terjadi di saluran kemih bagian bawah, yaitu kandung kemih dan uretra. Adapun faktor risiko penyakit ini lebih sering diidap oleh wanita dibandingkan pria.

Gejala Penyakit ISK

Infeksi saluran kemih umumnya tidak selalu menyebabkan tanda dan gejala. Namun jika terjadi, gejalanya dapat berupa:

  • Dorongan yang kuat dan terus-menerus untuk buang air kecil
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Sering buang air kecil dalam jumlah sedikit
  • Urine yang tampak keruh
  • Urine yang tampak merah, merah muda cerah atau berwarna cola. Tanda darah dalam urine
  • Urine berbau menyengat
  • Nyeri panggul pada wanita, terutama di bagian tengah panggul dan di sekitar area tulang kemaluan
  • ISK mungkin diabaikan atau disalahartikan sebagai kondisi lain pada orang dewasa yang lebih tua

Penyebab penyakit ISK

Infeksi saluran kemih (ISK) biasanya disebabkan oleh bakteri dari kotoran yang masuk ke saluran kemih.

Mengingat wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada pria, sehingga bakteri lebih mungkin mencapai kandung kemih atau ginjal dan menyebabkan infeksi. Selain itu, faktor lain yang bisa meningkatkan risiko bakteri masuk ke kandung kemih, yaitu:

  • Berhubungan seks
  • Kehamilan
  • Kondisi yang menghalangi saluran kemih, seperti batu ginjal
  • Kondisi yang membuat kandung kemih sulit untuk dikosongkan, seperti pembesaran prostat pada pria dan konstipasi pada anak-anak
  • Kateter urine (tabung di kandung kemih yang digunakan untuk mengalirkan urine)
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah. Misalnya, pengidap diabetes atau orang yang menjalani kemoterapi
  • Tidak minum cukup cairan
  • Tidak menjaga area genital tetap bersih dan kering
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT