Fakta Terbaru Ganja Medis, Alasan Ditolak MK hingga Nasib Anak Cerebral Palsy

ADVERTISEMENT

Round Up

Fakta Terbaru Ganja Medis, Alasan Ditolak MK hingga Nasib Anak Cerebral Palsy

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 21 Jul 2022 07:21 WIB
Thailand resmi hapus ganja dari daftar obat-obatan terlarang. Thailand juga jadi negara pertama di Asia Tenggara yang legalkan ganja untuk medis dan penelitian.
Foto: Getty Images/Lauren DeCicca

Rencana Kemenkes RI Terkait Ganja Medis

Pasca viral ibu di CFD menggugat MK terkait pelegalan ganja, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengatakan akan segera menerbitkan regulasi yang mengatur riset terkait tanaman tersebut.

"Kita sudah melakukan kajian (ganja), nanti sebentar lagi akan keluar regulasinya untuk kebutuhan medis," beber Menkes Budi dalam agenda diskusi bersama wartawan di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2022).

Bagaimana Nasib Anak Cerebral Palsy?

Terkait ditolaknya legalisasi tersebut, Koalisi Advokasi Narkotika untuk Kesehatan meminta seluruh pihak terkait untuk mengkaji ulang pelarangan penuh penggunaan narkotika untuk kepentingan kesehatan.

"Pemerintah dan DPR harus mengkaji ulang pelarangan penuh penggunaan narkotika untuk kepentingan kesehatan," tulisnya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (20/7/2022).

Salah satu alasan pemohon mengajukan legalitas ganja medis adalah untuk pengobatan cerebral palsy. Disebutkan, senyawa yang terkandung dalam ganja medis dapat membantu mengurangi gejala bagi anak-anak pengidap penyakit tersebut.

Dengan ditolaknya legalisasi ganja oleh MK, pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi kepada anak-anak yang menderita cerebral palsy, khususnya yang membutuhkan pengobatan spesifik seperti terapi minyak ganja.

"Pemerintah harus membantu memikirkan pembiayaan pengobatan di Indonesia yang tidak "tercover" BPJS dan peralatan penunjang lain yang berbiaya tinggi," pungkasnya.


(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT