ADVERTISEMENT

Jumat, 22 Jul 2022 09:30 WIB

Pilot Citilink Meninggal, Ini Pertolongan yang Didapat di Pesawat

Suparno - detikHealth
Citilink bersama BNN bekerja sama memerangi narkotika melalui kampanye terbaru yaitu pemasangan logo khusus di badan pesawat. Begini potretnya. Foto: Putu Intan/detikcom
Jakarta -

Pilot Pesawat Citilink Indonesia QG307 rute Surabaya-Makassar, Captain Boy Awalia (48) sakit di pesawat hingga memutuskan untuk putar balik dan mendarat darurat di Bandara Juanda, Surabaya. Ia juga sempat ditangani petugas medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKB) hingga dinyatakan meninggal dunia.

Sampai saat ini masih belum ada keterangan lebih lanjut terkait penyakit yang diidap oleh pilot tersebut. Namun menurut Plt Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas I Surabaya dr Acub Zainal, Captain Awalia sudah terpasang mayo tube dan oksigen saat didatangi di lokasi.

"Sakit apa? Kami belum tahu. Karena saat datang di lokasi (pesawat) yang bersangkutan sudah terpasang mayo tube dan oksigen," ujarnya ketika dikonfirmasi detikJatim.

Dikutip dari berbagai sumber, mayo tube adalah alat pertolongan pertama yang biasa digunakan di pesawat. Biasa disebut juga oropharingeal tube atau oropharingeal airway.

Alat ini digunakan untuk membebaskan jalan napas seseorang. Mayo tube biasanya dipasang melalui rongga mulut ke dalam faring. Tujuannya untuk mencegah lidah jatuh atau melekat pada dinding posterior faring dan memudahkan penghisapan lendir.



Simak Video "Fetish Kadang Bisa Berbahaya, Bagaimana Menyembuhkannya?"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT