ADVERTISEMENT

Minggu, 31 Jul 2022 17:00 WIB

Parah! Dokter Ini Lakukan Pelecehan Seksual pada Pasiennya di UGD

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space. Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Seorang dokter melakukan pelecehan seksual pada pasiennya saat berada di unit gawat darurat (UGD) di Rumah Sakit Bunbury, Australia Barat. Ini dilakukan oleh dokter pendaftar bedah di RS tersebut bernama Priyantha Padmike Dayananda.

Kasus tersebut terjadi pada Desember 2017 lalu. Saat itu, ia melakukan penetrasi seksual tanpa persetujuan ke pasien wanita selama pemeriksaan perut.

Tidak hanya sampai di situ, Dayananda juga menelepon dan mengirim pesan pada pasien wanita itu beberapa minggu setelah serangan seksual terjadi.

"Ingat saya, saya yang menyentuh perut indah Anda saat di unit gawat darurat," bunyi salah satu pesan teks yang dikirim Dayananda, yang dikutip dari News.com.au, Minggu (31/7/2022).

Akibat kasus tersebut, Dayananda dijatuhi hukuman tiga tahun penjara pada Juni 2019.

Selain itu, pada April 2022, kasus ini juga ditindaklanjuti oleh Dewan Medis Australia. Pihak Pengadilan Tata Usaha Negara mengatakan kasus Dayananda ini termasuk dalam pelanggaran profesional.

Dayananda juga dilarang bekerja atau mendaftar sebagai praktisi kesehatan selama 7 setengah tahun. Ia juga dituntut untuk membayar biaya sebanyak 10 ribu US dolar atau sekitar 148 juta rupiah.



Simak Video "Ini Kata Psikolog Forensik Soal Dugaan Kasus 'Colak-colek' Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT