ADVERTISEMENT

Senin, 01 Agu 2022 14:00 WIB

Kasus Aktif COVID-19 DKI Tembus 23 Ribu, Keterisian ICU Meningkat

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Kasus aktif COVID-19 di Indonesia menembus 19 ribu orang per Kamis (7/7/2022). Dari total tersebut, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang kasus aktif COVID-19 terbanyak yakni pasien yang membutuhkan perawatan di RS maupun isolasi. Ilustrasi corona di DKI Jakarta. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Jumlah kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta tembus angka 23 ribu kasus. Hal ini dikarenakan peningkatan kasus harian DKI Jakarta berada pada kisaran 2.800 sampai 3.000 kasus per hari.

"Situasi kasus di DKI Jakarta saat ini kurang lebih peningkatan kasus tambahan harian itu di kisaran angka 2.800 sampai 3.000-an. Dan kalau dilihat dan dijumlah pasien aktif artinya yang masih menjalani isolasi atau perawatan saat ini di DKI Jakarta berkisar 23 ribu," ucap dr Dwi Oktavia Handayani, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, pada konferensi virtual, Senin (1/8/2022).

Angka bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur isolasi COVID-19 di rumah sakit dan keterisian ruang ICU juga mengalami peningkatan.

"Tingkat keterisian di rumah sakit maka saat ini jumlah pemanfaat tempat tidur isolasi di rumah sakit adalah di 22 persen, untuk di ruang ICU 16 persen," sambungnya.

Sebelumnya, pada Kamis (28/7), Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut angka BOR isolasi di rumah sakit berada di angka 20 persen dan ICU di angka 15 persen. Maka, terjadi peningkatan BOR sebanyak dua persen dan ICU satu persen.

Menurut dr Dwi, angka ini masih terbilang cukup baik. Menurutnya, pada gelombang COVID-19 saat ini lebih banyak pasien yang memilih isolasi mandiri dikarenakan gejala yang ringan.

"Kapasitas ini kurang lebih kita cukup masih mempunyai kapasitas yang cukup baik, menunjukan juga mungkin mayoritas COVID saat ini kondisinya adalah ringan atau tanpa gejala sehingga tidak membutuhkan rawat inap di rumah sakit tetapi cukup bisa melakukan isolasi di tempat tinggal," bebernya.

Pasien yang dirawat di rumah sakit saat ini menurutnya kebanyakan karena mengalami gejala yang cukup berat dan beberapa merupakan pasien dengan komorbid.

"Kemudian bahwa sebagian kecil dari mereka perlu perawatan di rumah sakit memang karena kondisinya mungkin cukup berat karena mungkin mempunyai komorbid ya, sehingga perlu perawatan di rumah sakit," pungkasnya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT