Jakarta Dikepung Polusi Udara? Sama Saja, Tangsel Juga

ADVERTISEMENT

Jakarta Dikepung Polusi Udara? Sama Saja, Tangsel Juga

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Rabu, 03 Agu 2022 06:25 WIB
Minggu pagi kerap dimanfaatkan warga untuk berolahraga. Meski di tengah pemberlakuan PPKM level 4, tak sedikit warga yang tetap berolahraga di  akhir pekan.
Warga Tangsel berolahraga di tengah udara yang ternyata nggak bagus-bagus amat, sama seperti DKI (Foto: Andhika Prasetia/Detikcom)

Tidak Semua Tangsel Kualitas Udaranya Buruk

Menurut Piotr angka PM 2.5 di Tangsel tidak semua tingkat polusinya sama. Bahkan, ada beberapa wilayah yang tingkat polusinya lebih rendah dibanding DKI Jakarta.

Piotr menyatakan polusi udara di Tangsel bagian selatan lebih tinggi dibanding Tangsel bagian utara. Jika keduanya dibandingkan dengan DKI Jakarta, maka pada bulan Juni 2022 akan mendapatkan hasil rata-rata:

  • DKI Jakarta: PM 2.5 sebesar 36 mikrogram per kubik.
  • Tangsel Utara: PM 2.5 sebesar 32 mikrogram per kubik
  • Tangsel Selatan: PM 2.5 sebesar 49 mikrogram per kubik.

"Mungkin perbedaan paling tinggi adalah perbedaan letak geografis, daerah Tangsel bagian utara lebih rendah di atas permukaan laut jadi dari topografi mempengaruhi," terangnya.

Namun, ia menegaskan yang dihitung merupakan data rata-rata bulanan. Jadi tidak setiap hari kualitas udara di Tangsel lebih buruk dibanding DKI Jakarta, ada hari-hari yang lebih baik tetapi rata-rata memang tidak bagus.

Kualitas Udara Pagi Tidak Selalu Bagus

Ia menampilkan riset Nafas Indonesia yang menyajikan data kualitas udara pagi di Tangsel pada bulan Juni 2022. Hasilnya pada beberapa daerah seperti Bintaro, Ciater, Legoso, dan Serpong kadar PM 2.5 selalu berada di atas angka 55 di antara jam 5-9 pagi.

Piotr dalam cuitannya juga mengutip hasil survei dari Katadata learning centre, yang menyatakan bahwa sebanyak 75 persen masyarakat berpikir bahwa udara pagi adalah yang paling segar. Sehingga tak heran banyak yang memilih olahraga di pagi hari.

"Kebanyakan olahraga dilakukan antara pukul 05.00 dan 09.00 (pagi), karena saat itulah 'kurang mobil' dan 'udara lebih segar'. Ternyata, rata-rata polusi udara sangat buruk pada saat-saat itu," tulis Piotr di twitter.

Apa yang Harus Dilakukan?

Piotr menyatakan ada dua yang bisa dilakukan untuk jangka pendek dan jangka panjang.

"Cek kualitas udara Anda sebelum ke luar. Pakai masker jika perlu. Ajak temanmu untuk mengecek juga. Jika polusi konsisten buruk beli pembersih HEPA," papar Piotr untuk usaha jangka pendek.

Sedangkan jangka panjangnya, bawa informasi ini ke RT/RW setempat, siapa tahu ada pembakaran sampah di area (yang ilegal). Serta sampaikan hal ini kepada perwakilan daerah setempat.

Benarkah polusi udara di Tangsel sebegitu buruknya? Sampaikan pendapat di komentar.


(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT