Kata Warga Soal Polusi Udara di Tangsel, Konon Lebih Buruk dari DKI

ADVERTISEMENT

Kata Warga Soal Polusi Udara di Tangsel, Konon Lebih Buruk dari DKI

Alethea Pricila - detikHealth
Rabu, 03 Agu 2022 09:46 WIB
Pantauan kualitas udara di Bintaro Sektor 3 Tangsel sekitar pukul 7.00 WIB, Rabu (3/7/2022)
Polusi di Tangerang Selatan (Foto: Alethea Pricila/detikHealth)

Tak hanya Rere, kondisi serupa dialami oleh Nathan (21) seorang warga BSD, Serpong. Menurutnya, ia tidak sepenuhnya setuju karena merasa lingkungannya tidak begitu tercemar namun terkadang ia juga merasa tidak nyaman ketika berolahraga ke daerah tertentu seperti Ciater.

"Saya rutin bersepeda ke daerah Ciater. Selama saya bersepeda saya merasa nyaman bernapas jika melintasi BSD tetapi tidak jika melintasi ciater. Mungkin hal ini disebabkan oleh penyempitan jalan di Ciater, sehingga kendaraan pun lebih padat, berbeda dari BSD yang ruas jalannya lebih lebar sehingga kendaraan lebih lenggang," jelasnya.

Saat ditanyai mengenai lebih milih olahraga pagi atau sore, semua narasumber memilih untuk melakukannya pagi hari. Nyatanya, pada Juni 2022, polusi udara pagi justru tergolong lebih tinggi.

"Teman2 di TangSel suka berolahraga kan... Kebanyakan olahraga dilakukan antara pukul 05.00 dan 09.00, karena saat itulah "kurang mobil" dan "udara lebih segar" Ternyata, rata-rata polusi udara sangat buruk pada saat-saat itu," ujar Piotr, dikutip dari akun Twitter miliknya @piotrj

Perlu diketahui, menurut data milik Nafas Indonesia, pada Juni 2022, Serpong dan Bintaro masuk ke dalam dua besar daerah yang memiliki polusi udara terburuk di Tangerang Selatan.

Benar nggak sih, polusi udara di Tangsel cukup tinggi? Tuliskah pendapat di komentar.


(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT